8,7 Juta Sepeda Motor Melintas di Jakarta Setiap Hari

()

Oleh: Priska Sari Pratiwi | Selasa, 25 November 2014 | 15:52 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal memberlakukan pembatasan kendaraan roda dua di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat guna membatasi kendaraan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Arrofi mengatakan, sebanyak 8,7 juta sepeda motor melintas di jalanan Jakarta setiap hari.

Menurutnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bisa menerbitkan sekitar 2.700 Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) sepeda motor per hari di Jakarta. "Total di Jabodetabek ada 3.350 STNK per hari. Itu kalau disusun di jalanan bisa berapa banyak panjangnya," ujar Masdes saat diskusi Sosialisasi Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor di DKI Jakarta, di Menara Peninsula Hotel, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (25/11).

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi dalam Pasal 78 Ayat (2) menerangkan bahwa pemerintah daerah dapat membatasi kendaraan bermotor perseorangan. Pembatasan ini diperlukan karena banyaknya kecelakaan yang melibatkan pengguna kendaraan roda dua.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, selama tiga tahun terakhir ada sekitar 2.593 kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 75 persen dari jumlah tersebut atau 1.944 adalah kecelakaan sepeda motor. "Setiap hari ada 19 sampai 20 orang yang tergeletak di jalan karena kecelakaan. Dua dari 19 itu meninggal dunia," katanya.

Kecelakaan lalu lintas ini juga disebabkan banyaknya pelanggaran lalu lintas. Total pelanggaran lalu lintas per tahun adalah 781.829. "66 persennya atau sebanyak 518.136 dilakukan pengendara sepeda motor," kata Masdes.

Ia berharap aturan larangan sepeda motor melintas di kawasan Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat dapat menekan angka kecelakaan. Banyak pengendara sepeda motor yang melintas di jalur yang bukan seharusnya. "Mereka ini suka memanfaatkan jalur bus Transjakarta, mengambil hak pejalan kaki dengan melintasi trotoar, bahkan mengusir pengguna sepeda di BKT Jakarta."

Kasubdin Gakkum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hindarsono menyetujui pembatasan sepeda motor tersebut. "Pemberlakuan ini segera diperbanyak, kami mendukung. Di sini kalau sistem tidak dibentuk, tidak terwujud etika berlalu lintas," ujarnya.

Ia mengaku bisa menilang hingga 60.000 orang per hari. Untuk lebih menertibkan pelanggar lalu lintas tersebut, pihaknya memblokir STNK bagi pelanggar yang tidak hadir dalam sidang. Ia menjelaskan, selain untuk menekan angka kecelakaan, kebijakan ini juga mendorong pemerintah menyiapkan transportasi publik yang lebih baik dan mempersiapkan Electronic Road Pricing (ERP).


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT