Hadapi Asian Games 2018, Djarot Minta Pembangunan MRT Dikebut

()

Oleh: Lenny Tristia Tambun / FAB | Rabu, 7 Januari 2015 | 14:28 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ingin agar pembangunan transportasi massal di Jakarta dapat rampung sebelum ajang lomba olahraga se-Asia, Asian Games 2018 digelar di Jakarta.

Proyek pembangunanyang diminta dipercepat pembangunannya adalah transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT). PT MRT Jakarta diminta mengerjakan seluruh pembangunannya selama 24 jam, tanpa henti.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, dalam pertemuannya dengan jajaran direksi PT MRT Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, hari ini, Rabu (7/1).

Melalui pertemuannya dengan PT MRT Jakarta tersebut, Djarot mendapatkan laporan bahwa pembangunan MRT tidak dapat mencapai 100 persen dari target yang telah ditentukan. Sepanjang 2014, pembangunan baru bisa mencapai 60 persen.

“Dari yang sudah dikerjakan, ternyata tidak bisa mencapai 100 persen. Baru mencapai 60 persen, karena ada beberapa kendala. Kendala yang paling mendasar adalah pembebasan lahan yang belum rampung juga,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (07/1).

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pekerjaan fisik dimintanya dilakukan selama 24 jam, dengan pembagian kerja menjadi empat shift.

“Saya minta untuk mengejar ketertinggalan itu. Pekerjaan fisik dikerjakan 24 jam, dengan membagi jam kerja menjadi empat shift. Jadi nggak perlu saling tunggu,” ujarnya.

Namun percepatan pelaksanaan pekerjaan fisik MRT, diharapkannya tidak mengganggu arus lalu lintas di sepanjang proyek MRT, agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas yang semakin parah.

Mantan Wali Kota Blitar ini minta pengerjaan fisik MRT dikurangi intensitasnya selama jam-jam padat kendaraan. Kemudian dimaksimalkan kembali pada jam-jam yang tidak padat kendaraan bermotor.

“Juga saya minta, pada jam-jam lengang atau tidak padat kendaraan, pengerjaan MRT dimaksimalkan. Tapi pada jam sibuk, pengerjaannya bisa dikurangi. Jadi malam hari pengerjaannya bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Terhadap permintaannya tersebut, Djarot mengakui PT MRT Jakarta sudah menyanggupinya. Dia berharap, pembangunan MRT bisa rampung lebih cepat, yakni pada 2017. Percepatan pembangunan MRT ini dilakukan untuk mengejar penyelenggaraan Asian Games, yang mana DKI Jakarta menjadi rumah penyelenggaran pada 2018.

“MRT akan membuat kajian wajah transportasi Jakarta pada 2018. Saya minta gambaran kondisi transportasinya seperti apa, karena tahun itu kita ditunjuk sebagai penyelenggara Asian Games,” ungkapnya.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT