Meja marmer Istana Negara yang pecah berantakan dan harus dipunguti oleh petugas, Selasa (10/1), di penghujung acara pelantikan anggota Wantimpres, Albert Hasibuan, oleh Presiden SBY.
Meja marmer Istana Negara yang pecah berantakan dan harus dipunguti oleh petugas, Selasa (10/1), di penghujung acara pelantikan anggota Wantimpres, Albert Hasibuan, oleh Presiden SBY. (sumber: Antara/Widodo S Jusuf)
Meja kehormatan tempat penandatanganan keputusan itu pecah saat diangkat para staf Istana Negara.

Dalam acara pelantikan resmi di Istana Negara, untuk pertama kalinya meja marmer kehormatan yang dipakai untuk menandatangani keputusan pengangkatan, pecah dan menimbulkan bunyi keras di tengah khidmatnya suasana pelantikan. Hal itu terjadi usai pelantikan Albert Hasibuan sebagai anggota baru Dewan Pertimbangan Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/1).

Usai pengambilan sumpah Albert yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Albert pun maju ke depan untuk menandatangani keputusan pengangkatan dirinya itu. Setelah itu, sesuai arahan dari pembawa acara, acara pun dilanjutkan dengan beramah tamah dan ucapan selamat kepada Albert. Presiden SBY dan Ani Yudhoyono memulai memberi ucapan selamat, diikuti oleh Wapres Boediono dan istri, lalu jajaran pejabat dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Namun, belum sampai satu menit SBY melangkah untuk menghampiri Albert, terdengar suara dentuman keras. Ternyata, meja marmer tempat penandatanganan keputusan itu pecah, saat diangkat oleh staf Istana yang merapikan ruangan, hingga terbagi sampai sekitar sembilan bagian.

Rupanya, alas marmer tersebut terlepas dari meja besi kerangkanya. Akibatnya, sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun ikut sibuk membantu mengangkat meja besi berwarna keemasan tersebut, berikut pecahan-pecahan marmernya dari karpet merah yang melapisi ruangan utama Istana Negara. Paspampres dan staf Istana pun berupaya mencegah wartawan yang penasaran ingin melihat lebih dekat, sambil memberikan kode "tidak ada apa-apa".

Ani Yudhoyono yang mendampingi Presiden SBY sempat terlihat melihat ke arah meja yang pecah itu, namun lantas langsung berjalan ke depan untuk menyalami Albert. Walau kejadian tersebut nyatanya sempat membuat kaget Presiden SBY beserta tamu Istana, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan bahwa Presiden tidak terganggu dengan kejadian tersebut.

Sebagai catatan, dalam seminggu ini paling tidak sudah ada dua insiden terjadi terkait dengan properti Istana Negara. Sebelum kejadian meja marmer kehormatan ini, "pohon SBY" pun telah tumbang hingga tercabut ke akarnya, di tengah hujan badai yang menimpa Jakarta minggu lalu.

Pohon trembesi yang tumbang di halaman Istana dan terletak di depan Kantor Presiden itu, ditanam sendiri oleh Presiden SBY pada 8 Juli 2010 lalu. Pada saat itu, tiga pohon trembesi ditanam sebagai pengganti pemotongan satu cabang pohon trembesi yang sudah hidup di Istana Negara puluhan tahun.