Pembangunan Jalan Layang Kapten Tendean - Blok M - Cileduk Transjakarta Dimulai

Pembangunan Jalan Layang Kapten Tendean - Blok M - Cileduk Transjakarta Dimulai
Bus Transjakarta berhenti di shelter Busway Jatinegara, Rabu (21/8). ( Foto: Beritasatu.com/Zulfikri Syatria / Zulfikri Syatria )
Lenny Tristia Tambun / FAB Selasa, 10 Maret 2015 | 11:50 WIB

Jakarta - Pembangunan jalan layang khusus Transjakarta telah dimulai hari ini, Selasa (10/3). Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat telah meresmikan groundbreaking pembangunan jalan layang untuk Koridor XIII Transjakarta, dengan rute Kapten Tendean - Blok M - Cileduk, di Jalan Kebayoran Baru, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan, jalan layang ini akan dibangun sepanjang 9,3 kilometer (km), dari Cileduk, perbatasan Jakarta - Tangerang, menuju Blok M, dan berakhir di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Diharapkan pembangunan jalan layang dengan alokasi anggaran Rp 2,3 triliun ini dapat segera diselesaikan dalam waktu dua tahun. Artinya, diharapkan bisa selesai pada Desember 2016. Namun pihaknya menginginkan jalan layang tersebut sudah bisa beroperasi pada Agustus 2016.

“Paket pembangunan jalan layang ini merupakan jalan layang paling panjang yang dibangun saat ini. Kami mengharapkan pembangunan dapat rampung selama dua tahun ini, sehingga dapat langsung digunakan oleh PT Transjakarta sebagai Koridor XIII,” kata Yusmada, dalam acara groundbreaking pembangunan jalan Layang Kapten Tendean - Blok M - Cileduk, di Jalan Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Menurutnya, pembangunan jalan layang ini akan mengganggu arus lalu lintas di sepanjang Jalan Kapten Tendean, Blok M hingga Cileduk, khususnya pada Maret hingga November. Pasalnya pada waktu tersebut akan dibangun secara bersamaan 211 pilar.

“Krusialnya, kita butuh ruang jalan. Sekarang yang tersisa saja hanya dua lajur. Tentu dalam pelaksanaan pembangunan akan ada gangguan hambatan lalu lintas. Kami minta semua warga Jakarta memahami ini. Bersamaan dengan ini, juga dibangun jalan layang di Permata Hijau dan Kuningan dan MRT. Semuanya ada di wilayah Selatan. Jadi kondisi lalu lintas wajib dijaga, agar tidak mengalami kemacetan total,” jelasnya.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru, Suwondo mengatakan, groundbreaking dilakukan di paket Kebayoran Lama terlebih dahulu. Pembangunan jalan layang dibuat dalam kontrak rancang bangun. Tiga bulan pertama, mereka membuat disain, kemudian dilakukan groundbreaking.

“Begitu kontraktor tandatangan kontrak 15 Desember kemarin, tiga bulan pertama mereka bikin desain dulu. Setelah oke, baru groundbreaking. Hari ini adalah groundbreaking pengeboran pertama," papar Heru.

Pembangunan jalan layang transjakarta terbagi delapan paket, yang masing-masing paket dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Adapun delapan paket tersebut adalah paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya; paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa; paket Trunojoyo (1375 meter) dikerjakan PT Jaya Kontruksi; paket Taman Puring (1.200 meter) dikerjakan PT Hutama Karya; paket Kemayoran Lama (1.300 meter) dikerjakan PT Pembangunan Perumahan; Paket Kostrad (1.400 meter) dikerjakan PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi; Paket Ciledug (1.500 meter) dikerjakan PT Waskita Karya; dan Paket Seskoal (1.500 meter) dikerjakan PT Wijaya Karya.

Proyek sepanjang 9,3 km dengan lebar 9 meter (m) itu terbagi dua arah, dengan ketinggian bervariasi, antara 18 - 23 m sesuai dengan letak dan tata ruang kondisi ruas jalan di bawahnya.‎ ‎Jalan layang akan dilengkapi dengan 12 halte Transjakarta.

Masing-masing paket akan dilengkapi satu-dua halte yang dikerjakan oleh para kontraktor. Adapun kontraktor paket Tendean akan mengerjakan halte Trans TV, kontraktor paket Santa akan mengerjakan halte Rawa Barat, kontraktor paket Taman Puring akan mengerjakan halte Stasiun MRT, dan kontraktor paket Trunojoyo akan mengerjakan halte Tirtayasa.

Sementara untuk pengerjaan dua halte ada di paket Kebayoran Lama (halte Kebayoran Baru dan Taman Puring), paket Seskoal (halte Seskoal dan Carrefour), paket Kostrad (halte Swadarma dan Cipulir), dan paket Adam Malik (halte Kampus Budi Luhur dan JORR W2).

CLOSE