A Hok Pesimis Lolos Cagub Independen DKI Jakarta

A Hok Pesimis Lolos Cagub Independen DKI Jakarta
A Hok, calon independen bakal calon Gubernur DKI ( Foto: Wikipedia )
Rabu, 1 Februari 2012 | 10:43 WIB
Hingga saat ini, Basuki atau akrab disapa A Hok, mengakui baru berhasil mengumpulkan sekitar 250 ribu KTP.

Kurang sepekan dari batas akhir pendaftaran calon gubernur (cagub) independen DKI Jakarta, Politisi Golkar, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan belum berhasil mengumpulkan 400 ribu KTP pendukung, seperti disyaratkan Undang-Undang.
 
Hingga saat ini, Basuki atau akrab disapa A Hok, mengakui baru berhasil mengumpulkan sekitar 250 ribu KTP.
 
"Saat ini kami baru mengumpulkan 250 ribu KTP murni, sementara syarat 400 ribu. Kami akan genjot kinerja dulu sebelum batas akhir  pendaftaran," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Namun, terang A Hok, proses mengumpulkan 150 ribu KTP di tahap waktu tersisa agak sulit. Karena itu, dirinya dan tim pendukung sedang menyiapkan diri, juga untuk rela melepas kesempatan maju di pemilihan gubernur (pilgub) tahun ini.
 
"Mau bagaimana lagi, kalau tak bisa terkumpul syaratnya, ya tak bisa ikut," tutur dia.
 
Pada kesempatan itu, A Hok juga menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mencoba mencari dukungan dari parpol.
 
Hanya saja, peluang tersebut justru jauh lebih kecil dibanding maju sebagai calon independen, sebab biasanya ada kompensasi tertentu yang  harus didapatkan partai untuk dukungan itu.
 
"Tapi bagaimanapun, kami akan melihat kemungkinan lewat parpol walau  kemungkinan itu kecil," kata pria yang duduk sebagai anggota Komisi II  DPR itu.
 
Apakah A Hok dan pendukungnya akan kecewa bila gagal?
 
Dia menyatakan tak akan ada kekecewaan tersebut karena segala kerja  keras yang dilakukan selama ini berdasarkan komitmen berdemokrasi murni  tanpa mengandalkan politik uang.
 
"Kami justru bangga. Kami percaya kepercayaan yang sudah kami dapat dari  yang sudah memberikan KTP-nya adalah modal untuk bisa berkarya dalam  bidang politik di DKI Jakarta di masa mendatang," tandas dia.
CLOSE