Bisnis buku bekas di Kwitang
Bisnis buku bekas di Kwitang (sumber: Jakarta Globe)
Omzet penjualan buku turun 70 persen dari sebelumnya di Kwitang per Rp1 juta per hari.

Penjualan buku bekas di Pasar Senen, Jakarta mengalami kemerosotan tajam karena pembeli yang urung masuk ke dalam pasar tersebut.

"Setelah kami direlokasi dari daerah Kwitang, penjualan buku sangat menurun. Jarang pembeli yang mau naik ke lantai empat Pasar Senen," kata penjual buku bekas, Syahril hari ini.
 
Syahril mengaku omzet penjualan buku turun 70 persen dari sebelumnya di Kwitang yang bisa mendapatkan omzet per hari Rp1 juta.

"Sekarang bisa dapat Rp500 ribu per hari saja susah. Biasanya kalau di Kwitang selain pembeli yang benar-benar mencari buku, sumber rezeki lainnya berasal dari calon penumpang yang menunggu bis," jelas Syahril.

Penurunan omzet itu juga diakui oleh penjual buku lain, Salman (24), yang juga terkena relokasi sejak 2008 dan sekarang berjualan di Pasar Senen.
 
"Turun jauh mas, jualan sepi dibanding di Kwitang. Untuk sehari paling rata-rata omset Rp 300 ribu. Jarang yang masuk ke atas sini," ujar Salman.

Salman berharap pemerintah Kota Jakarta yang telah merelokasi dapat memantau keadaan penjual di Pasar Senen yang mengalami keterpurukan.

"Yang ada di Tanah Abang sekarang bankrut semua, dari dahulu pasar buku yang terkenal ya di Kwitang. Kemudian setelah direlokasi banyak pedagang yang tersebar, ada di Blok M, Tanah Abang dan Pasar Senen ini," jelas Salman yang menambahkan untuk menyewa tempat jualan di Pasar Senen di kenakan biaya Rp11 ribu per hari.