Tertangkapnya gembong preman John Kei oleh polisi, beberapa saat lalu, memang sangat menggegerkan. Tetapi, hal itu tak lantas membuat Jakarta aman dari premanisme.
"Jakarta itu dikuasai preman. Mengerikan," kata mantan preman era-80an Anton Medan kepada Beritasatu.com, hari ini.
Menurut dia, saat ini preman terbagi atas dua kasta. Preman kerah putih dan preman dekil.
"Preman kerah putih itulah yang sangat mengerikan. Sebab mereka berlindung di balik ormas, kelompok, partai politik dan lembaga pemerintahan," ungkapnya.
Preman kerah putih-lah yang kini membahayakan negara dan menyebabkan kemiskinan. Mereka kerap merongrong penguasa untuk mengeyangkan perutnya sendiri.
Sementara preman dekil, lanjutnya, hanyalah orang-orang jalanan kelaparan. "Tapi, bila dikelola oleh suatu kelompok bisa menjadi berbahaya pula. Contohnya ya John Kei itu," cetusnya.
Seperti diketahui, tertangkapnya John Kei, tersangka kasus dugaan pembunuhan bos PT Sanex Steel, menggemparkan ibu kota. Kelompok Kei yang tak terima bosnya diperlakukan kasar mencoba menuntut balik kepolisian.
Mereka bahkan menggelar rekontruksi dini di kamar 501 Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, untuk membuktikan bahwa penangkapan dan penembakan John Kei tak wajar.
Tapi, bukan polisi namanya jika takut dengan preman. Lewat Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo, lembaga korps bercelana cokelat itu menegaskan bahwa pihaknya tak akan kalah dengan premanisme.
Bahkan, guna menjerat John Kei dan bala pasukannya, Polda Metro Jaya menilik kembali kasus-kasus lama John Kei yang selama ini terkubur.





