Ilustrasi bentrokan antar kelompok.FOTO : ANTARA
Kelompok preman terpecah menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok pendukung John Kei dan penentangnya.

Penangkapan John Kei, tersangka kasus dugaan pembunuhan bos PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung, berbuntut panjang. Pasalnya, kelompok preman terpecah menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok pendukung John Kei dan penentangnya.

Alhasil, muncul kekhawatiran pecahnya perang antar-preman di Jakarta.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Rabu (22/2), kelompok preman anti-John Kei berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Mabes Polri. Mereka mengecam tindakan John Kei karena telah mencemarkan nama baik preman.

Bertambah mencengangkan, karena kelompok preman anti-John Kei berasal dari Angkatan Muda Kei (AMKEI). Yang tak lain kelompok Kei sendiri.

"Saya ini wakil AMKEI (Angkatan Muda Kei), nama saya Daud Kei. Nyawa manusia ini tidak bisa dilukai. Itu hak Tuhan dan tindakan polisi sudah tepat. Kami tidak terima dengan langkah John Kei. Kami ini dari semua elemen masyarakat Timur yang selama ini tidak setuju dengan John Kei," kata Daud Kei.

"Kami juga tidak setuju langkah Kapolda Metro Jaya (Irjen Untung S. Radjab) membesuk John Kei. Siapa dia? Dia ini pelaku kejahatan," lanjutnya.

Tak cuma John, AMKEI juga mendesak Polisi untuk menangkap Tito Kei (adik John). Pelik.

"Pak Polisi Kapan Giliran Tito Kei? Pak Hakim Hukum Mati John Kei. John Kei Cemen, Ditembak Kaki Cengeng," sambungnya.

Meski begitu, Tito Kei tak gentar sedikit pun. Dia terus berceloteh dan mengultimatum balik. "Kalau terjadi sesuatu terhadap John Kei, Jakarta dipastikan gempar," tegasnya.

Bahkan, dia terus menabuh genderang perang kepada Kepolisian, untuk membuktikan bahwa korps pimpinan Jenderal Timur Pradopo itu melakukan pelanggaran serius saat penggerebekan terhadap kakaknya di Hotel 501 Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur.

Salah satunya dengan menggelar rekontruksi soal penangkapan hingga penembakan John Kei di kamar hotel tersebut.

Polisi Serang Balik

Terus disudutkan, Kapolri berang. Di hadapan wartawan, dia tegas berucap bahwa preman tak akan mampu menandingi kedigdayaan polisi.

"Polisi tidak boleh kalah dengan preman. Kita akan proses hukum pelakunya dan kontrol dari masyarakat. Kasih informasi kepada kita untuk langkah-langkah penindakan lebih lanjut dan nyata," kata Kapolri. 

Sikap tegas juga ditunjukkan Polda Metro Jaya. Melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Rikwanto, Polda mengungkapkan 11 kejahatan lain yang melibatkan John Kei dan wadyabalanya.

Selain itu, Polda juga akan membuka kembali kasus-kasus John Kei yang selama ini terkubur. Di antaranya kasus Blowfish, bentrokan dengan kelompok Sangaji, dan sejumlah kasus lain yang menyangkut kelompok Kei.

Apalah jadinya bila perang antar-preman benar-benar pecah di Jakarta. Tak terbayangkan.

Bisa jadi Jakarta lumpuh. Dan banyak sekali korban juga bercak darah di jalan-jalan. Mengerikan.

Belum lagi, dampak lain, seperti anjloknya iklim ivestasi, hilangnya kepercayaan investor, dan sulit kesulitan untuk berbisnis.

Semoga, Kepolisian mampu bertindak dengan menggelar langkah-langkah antisipasi untuk meredam perang antar-preman tersebut.  

Penulis: