Ilustrasi
Ilustrasi (sumber: Antara)
Penebangan pohon ini dilakukan karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat atau pengguna jalan.

Pemerintah Kota Depok melakukan penebangan pohon usia tua untuk mengantisipasi tumbangnya pohon tersebut ketika hujan dan angin kencang yang bisa mengakibatkan adanya korban.

"Kami telah melakukan penebangan sebanyak 23 pohon yang rawan tumbang," kata Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Mulyo Handono, di Depok, hari ini.

Ia mengatakan pohon tersebut berada di 11 Kecamatan di Kota Depok, di antaranya di Kecamatan Sawangan, Bojongsari, Cimanggis, Beji, dan Sukmajaya.

"Pohon yang ditebang kebanyakan pohon tua dan rawan tumbang," katanya.

Menurut dia, penebangan pohon ini dilakukan karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat atau pengguna jalan.

Kebanyakan pohon tersebut berada di Jalan Margonda, Bahagia, Merdeka, Akses UI, Proklamasi, Juanda, Sentosa, dan Bojongsari.

Jenis pohon yang ditebang meliputi pohon angsana, petai cina, dan pohon trembesi.

Di Jalan Margonda umumnya pohon yang sudah tinggi dikhawatirkan tumbang akibat tiupan angin kencang, ada juga pohon yang sudah tua dan keropos, sangat membahayakan.

Dikatakannya, penebangan pohon menggunakan satu unit mobil hidrolik dilengkapi dengan perlengkapan penunjang, seperti gergaji mesin (2 unit), tambang, golok, dan safety bell (peralatan keselamatan).

Sebelumnya, enam pohon di berbagai wilayah di Kota Depok rubuh akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Salah satu pohon yang roboh itu bahkan menyambar tiang listrik sehingga aliran listrik di wilayah tersebut sempat mati.

Lokasi pohon yang rubuh tersebut berada di Universitas Indonesia sebanyak tiga pohon, dua pohon tumbang di perumahan Telaga Golf Kecamatan Sawangan, dan satu pohon di RT 1 RW 9 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji.

Di kampus UI, sebuah pohon kembali tumbang setelah hujan yang disertai angin kencang. Ketika pohon tersebut rubuh tidak ada kendaraan atau orang yang menimpa pohon tersebut, dan tidak ada korban jiwa ataupun terluka.