BPBD DKI Akan Rintis Rumah Sakit dan Pasar Tradisional Aman Bencana

BPBD DKI Akan Rintis Rumah Sakit dan Pasar Tradisional Aman Bencana
Ilustrasi pasar ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / CAH Rabu, 20 Januari 2016 | 10:14 WIB

Jakarta - Setelah merintis 62 sekolah aman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI juga akan merintis rumah sakit (RS) dan pasar tradisional aman bencana di tahun ini.

Kasie Kesiapsiagaan BPBD DKI, Andi Firdaus mengatakan sekolah, RS dan pasar tradisional dibidik untuk menerapkan program aman bencana. Kalau sekarang yang sudah berjalan program Sekolah Aman Bencana di 62 sekolah dan deklarasi 400 sekolah menerapkan program aman bencana.

"Sekarang kita sudah rintis sekolah aman bencana. Nanti ada juga pasar tradisional dan rumah sakit aman bencana. Kita akan rintis di tahun 2016," kata Andi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (20/1).

Ketiga tempat aktivitas ini dijadikan fokus penerapan program aman bencana dikarenakan ketiganya merupakan tempat paling banyak dikunjungi orang. Kondisi ini membuat ketiga tempat aktivitas ini memiliki potensi bencana yang bisa mengancam keselamatan banyak orang.

"Jika terjadi kebakaran atau apa pun, korban bisa berpotensi banyak," ujarnya.

Contoh, lanjutnya, pasar tradisional belum tertata rapi terdapat kabel listrik yang masih amburadul. Kondisi ini berpotensi kebakaran.

Dengan adanya program aman bencana, nantinya pasar tradisional akan direvitalisasi bangunannya disesuaikan dengan standar aman bencana.

"Tapi jika kita kelola secara profesional, kita kerja sama melibatkan pengurus pasar, itu akan lebih baik. Jika terjadi kebakaran, sudah ada jalur evakuasi, tangga-tangga darurat. Misalnya dari lantai atas, naik dan turunnya harus dibedakan. Itu harus dipahami," terangnya.

Pasar tradisional dan RS aman bencana akan dirintis minimal satu lokasi per satu wilayah. Sehingga nantinya, di tahun ini akan ada enam pasar tradisional dan enam RS aman bencana di enam wilayah DKI Jakarta.

"Kita targetkan, tahun ini mulai merintis pasar tradisional dan RS aman bencana, seiring dengan adanya sekolah aman bencana. Pokoknya tahun ini, kita harus dapat lima project aman bencana," tegasnya.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE