Ilustrasi-Densus 88
Dua warga  yang ditembak di Pondok Aren belum ada kaitan dengan jaringan teror.

Dua warga yang ditembak mati dalam penggrebekan pada Jumat,  (30/3), di Jl H Salma, Kampung Lio, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren  Tangsel terkait kasus pengeroyokan polisi di Bekasi. Belum ada  indikasi mereka terkait jaringan teror kendati polisi menemukan  senjata api dan bahan peledak.
 
"Belum ada kaitannya dengan jaringan teror berdasarkan data dan peta  jaringan teror yang kita miliki. Arahnya sementara ini mereka terkait pengeroyokan polisi. Tapi apa alasan pengeroyokan, ini  yang masih dicari tahu," kata perwira di lingkungan Detasemen Khusus  (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri,  hari ini.
 
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di  Mabes Polri, dua yang ditembak itu adalah Hendra Syahputra dari Tasikmalaya berdasar KTP yang ditemukan di lokasi dan Dede  yang belum diketahui asal usulnya karena tak ditemukan KTP.
 
"Mereka melawan saat hendak ditangkap (Brimob Polda Metro Jaya) dengan  menembak dan akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak," kata Saud  dan menambahkan jika dari lokasi penggrebekan polisi menyita satu pucuk  revolver, tiga kaleng bahan peledak alumunium powder, buku strategi  perang kota, buku perampokan bank, buku jihad, sepeda motor, lima HP,  dan pisau belati.
 
Menurut Saud, pelaku ditangkap berdasarkan idenditas sepeda  motor yang digunakan untuk menyerang dua anggota Polsek Setu, Bekasi,  Brigadir Ery Sasongko dan Brigadir Jaka, Minggu, (25/3).
 
Kedua anggota itu dibacok dan dikeroyok enam orang tak dikenal saat  berpatroli. Peristiwa ini terjadi di Jalan Kampung Jati, Desa  Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Polisi kerap menjadi sasaran pelaku teror karena diklasifikasikan sebagai thogut yang menerapkan KUHP, bukannya hukum  Islam.
 
Misal di Purworejo, Jawa Tengah, pada April  2010 dua anggota polisi Purworejo Jawa Tengah Briptu Iwan  Eko dan Bripka Wagino ditemukan tewas ditembak di pos polisi Kenteng  Rejo, Purworejo.

Belakangan diketahui jika pelakunya adalah pecatan TNI AD bernama Yuli  Karsono. Tentara berpangkat prada yang merupakan jaringan Abdullah  Sonata itu tewas tertembak pada Juni, 2010.

Penulis: /FER