Unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.
Hingga siang ini sudah bisa buat bayar setoran.

Sejumlah pedagang kaki lima mengaku mengantongi keuntungan besar, ketika berjualan di tengah aksi unjuk rasa anti-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (30/3).

"Alhamdulillah dagangan laris. Dari tadi pembeli belum putus. Saya kira-kira sudah jual 50 piring," ujar pedagang somay, Babay Mubarok (25), kepada Beritasatu.com di tengah aksi unjuk rasa.

Dikatakan Babay, penghasilannya hingga siang ini sudah bisa buat bayar setoran.

"Kalau kemarin ga dapat untung, soalnya diusir polisi dengan alasan takut dagangan saya malah rusak. Tapi sekarang, lumayan buat setoran saja sudah bisa nutup," kata Babay yang mulai jualan sejak pukul 13.00 WIB itu.

Senada dengan Babay, Anto (21) pedagang minuman, mengatakan dagangannya laris manis. Sejak pagi pukul 10.00 WIB, dia sudah menjual empat dus air mineral dan puluhan teh dalam botol.

"Laku banget alhamdulillah. Dari pagi tadi sudah jual empat dus air mineral dan puluhan minuman lain. Jelas beda dengan dagang sehari-hari," terang warga Pejompongan itu.

Anto menuturkan, senang kalau setiap hari ada demo. Tidak perlu cari pembeli, mereka yang datang menghampiri.

"Senang kalau ada demo. Pendapatan meningkat, ga perlu cari pembeli mereka yang samperin. Sekarang saja sudah untung sampai Rp 500 ribu," tandasnya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, puluhan pedagang kaki lima seperti pedagang rokok, somay, minuman, ketoprak, mie ayam, bakso, es dawet, es cendol, kacamata, topi, sapu tangan plus handuk, dan lainnya menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Sebagian dari mereka sangat sibuk melayani para pembeli.

Penulis: