Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengkalungkan syal kotak - kotak kepada Ketua Gerakan Relawan Agus-Sylvi (Gerasi) Hendra Surachmat saat deklarasi Gerasi untuk Basuki-Djarot di Jakarta, 13 Maret 2017.

Ini Komentar Ahok Soal "Tamasya Al Maidah"

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengkalungkan syal kotak - kotak kepada Ketua Gerakan Relawan Agus-Sylvi (Gerasi) Hendra Surachmat saat deklarasi Gerasi untuk Basuki-Djarot di Jakarta, 13 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Adanya ajakan “Tamasya Al Maidah” yang mengimbau warga di luar Jakarta untuk datang mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) pada pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 19 April 2017, Calon Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak terlalu mempermasalahkan.

Ajakan itu diinisiasi oleh lawan-lawan politik Ahok dan bahkan sudah ada aplikasinya di telepon seluler.

“Enggak apa-apa. Makanya, kami juga mau memantau (TPS) yang ada di pinggiran sana,” kata Ahok di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Menurutnya, harus terjadi kesepakatan antara pasangan calon dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Ketika ada orang yang membawa formulir C6, dia harus menunjukkan KTP, dan saksi dari kedua pasangan calon berhak melihat apakah KTP sama atau tidak dengan form C6.

“Kita tidak mau juga kalau curiga tamasya-tamasya ke Jakarta. Form C6, kalau oknumnya main, bisa memberikan C6 ke orang lain. Kita juga bisa menduga seperti itu. Makanya mari kita sama-sama menjaga,” ujar Ahok.

Ia juga mengimbau media mengawasi warga yang akan memberikan suaranya di daerah pinggiran atau perbatasan dengan daerah lain, seperti TPS yang berada di perbatasan Tangerang, Depok dan Bekasi.

“Untuk lihat apakah C6 yang dipakai itu dengan KTP yang dibawa sama enggak. Kalau enggak sama, kita tangkap bersama,” terangnya,





Lenny Tristia Tambun/HA

BeritaSatu.com