kasus pengeroyokan di SPBU Shell Sunter yang menyebabkan tewasnya Sholeh (17) serta dua orang lainnya Zainal dan Reza mengalami luka-luka, merupakan salah sasaran.
"Daripada menduga-duga, kami libatkan mereka. Mereka tahu persis siapa anggotanya,"

Polisi melibatkan Garnisun dan Polisi Militer untuk mengidentifikasi anggota Geng Motor Pita Kuning. "Daripada menduga-duga, kami libatkan mereka. Mereka tahu persis siapa anggotanya," kata Kabid Humas Polda Metro Rikwanto. 

Polda Metro Jaya terus menyelidiki anggota geng motor pita kuning, bersama dengan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum), Polres Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Penyelidikan itu antara lain dilakukan dengan menganalisa kejadian yang terekam oleh closed circuit television (CCTV) milik Kedai 7Eleven, di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Analisa rekaman CCTV ini juga melibatkan Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (PM TNI AL) bersama Garnisun.

Seperti ramai diberitakan, geng motor pita kuning melakukan pelbagai penyerangan di sejumlah tempat selama tiga hari, yaitu Sabtu (7/4/2012), Minggu (8/4/2012) dan Jumat (13/4/2012). "Sejauh ini tersangka yang sudah tertangkap adalah pelaku pengeroyokn yang menewaskan Kelasi Arifin, sedangkan kasus pengeroyokan yang menewaskan Anggi Darmawan masih belum ada tersangka, masih dalam penyelidikan kami,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepada Beritasatu.com, Jakarta, Sabtu (14/4/2012).

Terkait beredarnya kabar, adanya dugaan terlibatnya anggota TNI dalam geng motor tersebut, Polda melibatkan PM TNI AL dan Garnisun untuk menganalisa rekaman tersebut. “Dari pada hanya menduga-duga, lebih baik kita melibatkan mereka -- mereka pasti mengetahui benar siapa anggotanya. Jadi analisanya lebih mudah,” kata Rikwanto.

Untuk mencegah geng motor pita kuning beraksi kembali, Rikwanto menuturkan Polda Metro Jaya menurunkan 250 personil untuk patroli keamanan di titik-titik lokasi rawan balapan liar. Personel kepolisian sudah melakukan patroli lapangan sejak Jumat (13/4/2012) malam, dimulai pukul 21.00 hingga pagi hari. “Hari ini pun aparat kepolisian kembali melakukan patroli malam mulai pukul 21.00. Selain untuk mencegah geng motor beraksi kembali, patroli ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga Jakarta,” tuturnya.

Sejauh ini, ungkapnya, Polda Metro Jaya telah menangkap Joshua Raynaldo Radja Gah (21), warga Koja, Jakarta Utara yang menjadi tersangka pembunuh Kelasi 1 Arifin Siri (25), anggota TNI AL. Joshua ditangkap oleh tim khusus Polda Metro Jaya pada Senin (9/4/2012).

Kronologis
Pada Sabtu (31/3/2012) pukul 02.30 WIB, Kelasi Arifin, tewas ditikam saat melintas di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu Staf Khusus Panglima Armada RI Kawasan Barat (Armabar) itu sedang mengawal truk.

Sepekan kemudian, pada Sabtu (7/4/2012) pukul 02.30, belasan pria bersepeda motor memasuki SPBU Shell di Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara. Kelompok lelaki yang jumlahnya lebih dari 15 orang itu menganiaya Soleh (17), Zainal (19), Reza (16), dan Adrian (19). Soleh tewas dan tiga lainnya luka berat. Para penyerang memakai jaket hitam, celana jins hitam, mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dan Kawasaki Ninja. Di lengan kiri mereka terikat pita kuning. Pipi mereka masing-masing dicoreng cat putih.

Minggu (8/4/2012) pukul 02.30, empat remaja diserang dan dibacok pesepeda motor dengan atribut serupa di Jalan Benyamin Sueb. Korban adalah Muhamad Syarif, Mul, Fajri Caesar, dan Reza Palupi. Satu sepeda motor Yamaha Cripton B 3186 PX dibakar gerombolan bermotor tersebut. Sarif, Mul, dan Fajri masing-masing mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam. Reza mengalami luka tusukan di punggung. Keempat korban dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo.

Jumat (13/4/2012), pada pukul 01.30 hingga pukul 02.30, puluhan pesepeda motor, masih dengan atribut pita kuning, menyerang sejumlah orang di delapan lokasi. Salah satunya, terjadi pada pukul 02.15, mereka mengamuk di halaman parkir depan 7Eleven di Jalan Salemba Raya. Korban antara lain Ade Kirmawan dan Roby. Tiga sepeda motor dirusak pelaku. Roby adalah juru parkir. Lengan kanannya luka bacok karena menangkis sabetan celurit di lehernya.

Pukul 02.30, mereka mengamuk di sekitar Hotel Sentral - SPBU Shell, di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Korban tewas, Anggi Darmawan (19). Usai menyerang, para pria berjaket, bercelana panjang jins hitam itu menuju ke arah Jalan Pemuda. Di tengah perjalanan, dua orang yang diduga penyerang itu ditembak oleh pengendara Toyota Yaris berwarna putih. Dua orang yang tertembak kemudian diketahui adalah Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lembaga Farmasi TNI AL dan Prada Akbar Fidi Aldian, anggota Yonif Linud 503 Kostrad.
Kini Kelasi Sugeng dirawat di RS Mintohardjo, sementara Prada Akbar dirawat di RS Pusat Angkatan Darat.

Penulis: