Ini Program Ahok-Djarot yang Akan Dituntaskan Hingga Oktober

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istrnya Happy Farida saat memberikan hak pilihnya. di TPS 08 di lapangan Bulu Tangkis, RT 01/ RW 05, Kelurahan Kuningan Timur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). BeritaSatu Photo/Ruht Semiono (suara pembaruan/Ruht Semiono)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Kamis, 20 April 2017 | 12:31 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan masih banyak program pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang harus diselesaikan hingga bulan Oktober mendatang.

Salah satu program pembangunan yang akan difokuskan Pemprov DKI adalah bedah rumah melalui pasukan merah. Program tersebut sudah diresmikan Djarot pada Senin (17/4) lalu di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Ada 83 rumah warga yang tak layak huni masuk dalam program bedah rumah. Dan program bedah rumah di Cilincing ini akan menjadi proyek percontohan bagi program bedah rumah di wilayah lain di Jakarta.

Dalam acara peresmian tersebut, Djarot memberikan secara simbolis izin mendirikan bangunan (IMB) kepada sembilan warga peserta program tersebut. Karena kepemilikan IMB merupakan syarat dilakukannya Bedah Rumah.

“Bedah rumah akan tetap kita kerjakan karena sudah ada inventarisasi rumah-rumah yang tidak layak huni di masing-masing kelurahan,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (20/4).

Selanjutnya, ia juga akan berkonsentrasi untuk menyelesaikan pembangunan venue untuk Asian Games 2018. Yang menjadi tugas Pemprov DKI adalah menyiapkan venue equistrian (arena balap kuda), venue velodrom (arena balap sepeda), dan transportasi massal light rail transit (LRT) atau kereta ringan cepat.

“Kemudian penyiapan infrastruktur untuk Asian Games tahun 2018. Ini mutlak harus kita selesaikan. Misalnya pembangunan venue harus sempurna. Seperti LRT itu harus selesai,” ujarnya.

Kota Jakarta akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018 bersama Kota Palembang. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan pembangunan dua venue berstandar internasional dan transportasi massal pendukung berupa kereta ringan cepat atau light rail transit (LRT).

Ketiga proyek penunjang Asian Games ini dibangun oleh PT Jakarta Propertindo, BUMD DKI yang bergerak dibidang properti dan pembangunan ini.

Djarot sendiri optimistis ketiganya siap digunakan untuk Asian Games 2018. Apalagi, lanjutnya, yang mengerjakan pembangunan fisik ketika fasilitas penunjang untuk Asian Games adalah PT Wijaka Karya (Wika) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan ini sudah mempunyai pengalaman dalam bidang properti.

Pascalaunching project Light Rail Transit (LRT) pada 22 Juni 2016 lalu, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah melakukan serangkaian kegiatan persiapan pembangunan LRT Jakarta. Pekerjaan fisik LRT pun sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Hingga saat ini, pembangunan LRT sudah mencapai hampir lima persen dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tetap optimistis LRT dapat beroperasi sebelum Asian Games 2018.

Nantinya, Pemprov DKI akan mengembangkan LRT akan hingga sembilan koridor. Untuk saat ini, PT Jakpro baru mengerjakan pembangunan proyek LRT Jakarta koridor I (Fase I) dengan rute Kelapa Gading hingga Velodrome.

Untuk berkuda, pembangunan fisik telah berjalan dan diprediksikan akan selesai pada akhir November. Total dana yang dialokasikan untuk pembangunan venue ini sebesar RP 417 miliar.
Setelah pembangunan selesai, maka akan dilanjutkan dengan pelaksanaan test event yang akan dilakukan sebanyak lima kali, mulai dari Desember 2017 hingga Juni 2018.
Sementara Velodrome, pembangunannya telah mencapai 40 persen. Pembangunan lebih cepat empat persen dari jadwal yang telah ditentukan.

Pengerjaan fisik velodrom ini telah dimulai sejak Juni 2016. Ditargetkan pengerjaan fisik dapat rampung pada Juni 2018. Ia sendiri yakin target akan terpenuhi melihat pengerjaan fisik sekarang sudah lebih cepat dibandingkan rencana yang sudah ditetapkan.
Selanjutnya, lanjut Djarot, program yang harus diselesaikan adalah pembangunan trotoar dan infrastruktur perkotaan. Ia juga tetap fokus melanjutkan normalisasi sungai.

“Begitu juga dengan Kartu Jakarta Lansia. Kita tetap akan verifikasi untuk bisa memberikan pelayanan kepada lansia yang tidak mampu,” jelasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT