Video Pidato Ahok Lebih Populer dari Pidato Kemenangan Anies

Video pidato Basuki Tjahaja Purnama di laman Facebook usai pemilihan gubernur DKI Jakarta, 19 April 2017. (Facebook)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Kamis, 20 April 2017 | 15:11 WIB

Jakarta - Pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mengakui kekalahannya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta ternyata ditonton tiga kali lebih banyak dari video pidato kemenangan Anies Baswedan, Rabu (19/4) kemarin.

Saat itu Beritasatu News Channel menyiarkan langsung pidato dua calon gubernur di laman Facebook, dan video Ahok ditonton sebanyak 314.243 kali, sementara pidato Anies ditonton 104.567 kali dalam waktu beberapa jam saja.

Jangkauan atau reach video Ahok menembus 853.000 akun, sementara video Anies mencapai lebih dari 294.000 akun.

Dalam pidatonya, Ahok dengan penuh senyum bukan hanya memberi selamat kepada Anies dan pasangannya Sandiaga Uno, tapi juga berjanji menuntaskan masa jabatannya selama enam bulan terakhir dengan sebaik-baiknya agar gubernur baru bisa segera bertugas dengan lancar.

"Kepada pendukung kami, kami mengerti pasti sedih, kecewa. Tapi nggak apa-apa. Percayalah bahwa kekuasan itu Tuhan yang kasih, Tuhan juga yang ambil. Jadi tidak ada seorang pun bisa menjabat tanpa seizin Tuhan," kata Ahok ketika itu.

Sementara Anies mengatakan akan terus menjalin hubungan pertemanan dengan Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat.

"Kita akan terus bersahabat, kita akan terus berteman. Pak Basuki, Pak Djarot adalah putra-putra terbaik Bangsa Indonesia yang sudah mengabdi dan kita akan terus bekerja sama meneruskan pengabdian bagi Indonesia," kata Anies.

Pidato Ahok mengundang lebih dari 28.000 reaksi dan komentar di Facebook.

"Karekter pepimpin seperti ini lah yg patut di angkatkan jempol walaupun kalah dia akan terima kekalahan itu dengan legowo dan tdk punya rasa dendam karena kekalahannya itu," tulis pemilik akun Saifullah.

"You are the best governor that I ever had.. Terima kasih yg tak terhingga untuk pak Ahok yg membuat Jakarta saya berubah kearah yg hebat," tulis pemilik akun Evi Fitriani.

"Terimakasih pak Ahok...terimakasih karena sudah memberikan kami kesempatan membela org baik,benar,dan nasionalis seperti anda. mungkin gubernur sudah teramat kecil jabatannya bagi org sehebat anda...Tuhan berkati..amin," kata pemilik akun Vince Holdy.

"Pa Ahok & Pa Jarot sudah memberikan yang terbaik untuk Jakarta, semua yang dikerjakan akan menjadi tonggak sejarah buat Jakarta. Pa Ahok menjadi tokoh yang fenomenal, berani, jujur, dan banyak ide cemerlang untuk merubah Jakarta menjadi lebih baik, terima kasih Pa Ahok dan Pa Jarot semoga kalian tetap menjadi pribadi yang selalu konsisten. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik walau dunia tidak mengakui," tulis pemilik akun Maria Tomoko.

Eforia tentu saja melanda para pendukung Anies-Sandi yang menjadi follower Facebook Beritasatu.

"Akhirnya penduduk jakarta telah menentukan pilihannya,alhamdulilah anis sandi menang, do'a umat Islam akhirnya dikabulkan Allah. Amiiiiin yarabal' alamin," tulis pemilik akun Ummu Rhahimah.

"Siapapun yg menang itu yg terbaik... Itu pilihan Allah tidak ada yg bisa merubah kuasaNYA... Mari kita kembali bersatu seperti dulu membangun negeri tercinta ini bersama sama," tulis pemilik akun Budi Andoyo.

"Selamat buat gubernur jakarta yg terpilih....pk Anies harus bisa jadi gubernur yg di cintai warga jakarta...inget pk gubernur yg kemaren krjanya untuk kota jakarta sudah cukup baik semoga bapak Anies juga bisa lebih baik lagi untuk jakarta," tulis pemilik akun Wahyu Hidayat.

Komentar Terbaik
Redaksi juga mencermati ribuan komentar yang muncul dalam dua video tersebut, dan akhirnya memilih satu komentar cukup panjang yang menurut kami terbaik.

Komentar yang cukup panjang itu ditulis oleh pemilik akun Aiem Ackhmad di bagian video Anies, sebagai berikut:

"Selamat buat pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Anda dipilih mayoritas rakyat Jakarta lewat pemilihan demokratis. Jakarta sudah memilih apa yang layak bagi mereka. Pilihan rakyat Jakarta harus dihargai. Dan dengan ini Jakarta sudah menyelamatkan dirinya dari ancaman chaos.

Saatnya Ahok beristirahat dari beban berlebihan di pundaknya. Dia tak perlu lagi mengganggu dan diganggu oleh FPI, tak perlu lagi perang berbusa2 sama para penilap anggaran DPRD.

Pak Anies, tugas berat menanti. Karena perbandingan hasil kerja anda nanti bukan dengan Foke, tapi dengan hasil kerja Ahok.

Jangan sampai nanti wajah Ahok menggantikan wajah pak Harto di belakang truk2 ekspedisi. Piye, iseh penak jamanku to?"




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT