VIDEO: Tuntutan Jaksa, Ahok Tak Harus Masuk Penjara i

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, Ali Mukartono (kiri) membacakan tuntutan pada sidang lanjutan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 20 April 2017.

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Kamis, 20 April 2017 | 15:49 WIB

Jakarta - Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bahwa tuntutan hukuman satu tahun penjara oleh jaksa tidak mengharuskan terdakwa masuk penjara, karena disertai masa percobaan selama dua tahun.

"Biar clear dulu ya, satu tahun dalam masa percobaan dua tahun. Artinya Pak Basuki tidak perlu masuk penjara, kalau dalam dua tahun tidak ada putusan pidana dalam perkara lain yang mempunyai kekuatan hukum tetap," kata pengacara I Wayan Sudirta usai sidang pembacaan tuntutan di Jakarta, Kamis (20/4).

"Artinya tidak masuk penjara, itu bahasa awamnya."

Tim penasihat hukum, kata Wayan, juga mencermati "keragu-raguan" jaksa dalam mengajukan tuntutan karena menyebut peran Buni Yani sebagai pengunggah video pidato Ahok di Pulau Pramuka sebagai faktor meringankan dalam perkara ini.

Dalam video itu satu kalimat Ahok menyebut surat Al-Maidah 51 sehingga dia didakwa menistakan agama Islam. Buni sendiri menjadi tersangka dalam perkara terpisah karena tuduhan penghasutan menurut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Di dalam bagian yang meringankan dari tuntutan jaksa disebut ini jadi ringan karena perkara Buni Yani. Artinya apa? Ini jaksa kebingungan, di satu pihak membebankan kepada Buni Yani, di pihak lain masih mau menuntut Pak Ahok," kata Wayan.

Menurutnya, Buni yang harus bertanggung jawab karena mengubah transkrip pidato Ahok dan faktanya dia sudah tersangka.

"Kalau sudah jadi tersangka Buni Yani, kenapa ini dituntut? Tuntutannya percobaan lagi, untuk menunjukkan keragu-raguan tentang keyakinan jaksa. Kalau perkara seramai ini dituntut percobaan, itu sudah pasti jaksa ragu-ragu," tegas Wayan.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT