Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, 19 April 2017.

Ini Kata Polisi Terkait Kasus Anies-Sandi

Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, 19 April 2017. (Antara/Dedi Wijaya)

Jakarta - Polda Metro Jaya, masih memproses laporan polisi terhadap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Apakah kasus akan ditingkatkan ke penyidikan, bergantung hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan penyidik.

"Nanti kita akan melihat, kita akan memberi kesempatan kepada penyidik, karena semua laporan yang ada masih dalam penyelidikan. Belum mendapat info apakah akan ditingkatkan jadi penyidikan atau tidak. Bergantung dari penyelidikan itu apakah ada tindak pidana atau tidak," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis (20/4).

Ia menegaskan, saat ini laporan terhadap keduanya masih dalam penyelidikan. "Nanti penyidik yang akan menilai di situ apakah itu tindak pidana atau bukan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada tindak pidana atau tidak.

"Jadi untuk kegiatan pelaporan yang sudah dilaporkan, tentunya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Nanti kita kan masih mencari informasi maupun klarifikasi, dan tahap selanjutnya penyidik yang akan menggelarkan (gelar perkara) apakah ini tindak pidana atau bukan," katanya.

Diketahui, Tim Hukum Basuki-Djarot, melaporkan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (5/4) lalu.

Berdasarkan laporan dengan nomor polisi: LP /1682/IV/2017/PMJ/Ditreskrimum, Anies diduga telah melakukan pencemaran nama baik serta fitnah, seperti yang diatur dalam Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Sementara itu, Sandiaga dilaporkan seorang pengusaha atas nama Djoni Hidayat melalui kuasa hukumnya Fransiska Kumalawati Susilo, terkait kasus dugaan penggelapan, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan: TBL/1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum, pada tanggal 8 Maret 2017.

Sandiaga diduga telah melakukan penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012 silam.



Bayu Marhaenjati/YUD

BeritaSatu.com