Kepolisian Didesak Selesaikan Tindakan Oknum Brimob Terhadap Wartawan

Boni Hargens. (Istimewa)

Oleh: Yustinus Paat / CAH | Senin, 19 Juni 2017 | 13:13 WIB

Jakarta - Dewan Pengawas LKBN Antara Boni Hargens mendesak Kepolisian untuk menyelesaikan insiden yang melibatkan sejumlah oknum Brimob dengan wartawan Antara Ricky Prayoga. Menurut Boni, hal ini perlu segera diselesaikan agar tidak merusak citra kepolisian dan kebebasan pers.

"Kami mendesakan Kapolri agar segera menyelesiakan masalah ini agar tidak merusak citra kepolisian dan kebebasan pers," ujar Boni di Jakarta, Senin (19/6).

Boni menyesalkan insiden tersebut. Apalagi, kata dia peristiwa tersebut sudah menjadi konsumsi publik setelah video kejadiannya menjadi viral di media sosial.

"Sebagai dewan pengawas, tentu saya menyesali insiden tersebut. Ini bisa dinilai sebagai preseden buruk yang merusak citra kepolisian," tandas dia.

Meskipun demikian, kata Boni, pihaknya juga tidak ingin kejadian ini merusak hubungan baik LKBN Antara dengan institusi kepolisian, khususnya dengan Brimob. Secara manusiawi, kata dia, pihaknya memahami bahwa anggota kepolisian juga lelah, mereka bekerja keras menjaga keamanan, sehingga terkadang bereaksi secara berlebihan dalam situasi seperti dalam kejadian tersebut.

"LKBN Antara tetap berpikir positif dan percaya bahwa institusi kepolisian mempunyai komitmen yang kuat dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan pers. Dalam kasus ini, kepolisian tentu tahu apa yang harus dilakukan dalam merespons kejadian ini. Apalagi Pak Tito Karnavian sangat komit dengan demokrasi dan penegakan hukum," ungkap dia.

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak membesar-besarkan kejadian ini. Menurut dia, kejadian ini tidak mencerminkan citra kepolisian sebagai institusi. Ini hanya insiden situasional yang melibatkan satu-dua oknum di tubuh kepolisian.

"Maka janganlah kasus ini digeneralisasi apalagi dijadikan alasan untuk menghakimi kepolisian. Apalagi ini bulan suci Ramadhan, tentu jiwa besar dan keiklasan untuk saling memaafkan lebih diutamakan," kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya tetap memberikan perhatian dan perlindungan hukum yang optimal kepada Wartawan Antara Ricky Prayoga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Menurut dia, hal tersebut merupakan komitmen Antara sebagai perusahaan dalam melindungi karyawannya.

"Saya berharap direksi Antara harus segera melayangkan surat ke Mabes polri meminta penyelesaian yang cepat atas kejadian ini. Namun, saya berharap apapun dampak dari peristiwa ini secara hukum, kiranya tidak akan mengganggu citra kepolisian dan tidak merusak hubungan baik kepolisian dengan media, khususnya dengan LKBN Antara," pungkas dia.

Terkait insiden tersebut, kata Boni, pihaknya sudah meminta keterangan dari Ricky selaku korban. Yang bersangkutan sudah menyampaikan secara tertulis kronologi peristiwa tersebut kepada Direksi dan Dewan Pengawas LKBN Antara tak lama setelah kejadian.

Berdasarkan pengakuan korban, dia (Ricky Prayoga) datang ke lokasi venue Jakarta Convention Centre (JCC) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu pertandingan Pertama Final Indonesia terbuka 2017. Di tengah pertandingan, dia berniat menuju ATM untuk melakukan transaksi keuangan.

Peristiwa itu terjadi begitu saja ketika ada kontak mata antara korban dan oknum Brimob yang menilai pandangan mata korban sebagai sinyal yang tidak bersahabat. Singkatnya, keributan mulut terjadi dan berujung pada adegan penyeretan korban.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT