Polisi Gandeng Puspom TNI Selidiki 2 Kasus Kekerasan di Kemayoran

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. (BeritaSatu Photo/ Bayu Marhaenjati)

Oleh: Bayu Marhaenjati / WBP | Senin, 19 Juni 2017 | 17:19 WIB

Jakarta- Polisi masih menyelidiki kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap anggota TNI atas nama Prada Ananda Puji Santoso (22), di Kemayoran, Jakarta Pusat. Termasuk, peristiwa sebuah mobil yang menyeruduk warga pasca-kejadian.

"Kita sudah koordinasi lakukan langkah-langkah, tentunya dengan POM TNI kita lakukan penangkapan terhadap para pelaku," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan, di Jakarta, Senin (19/6).

Sementara Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku penganiayaan terhadap Ananda, termasuk kasus mobil menabrak warga yang terjadi setelah peristiwa itu.

"Ya, masih dalam penyelidikan. Kita kan juga bergabung dengan POM TNI, Garnisun. Ya untuk lidik terkait kasus yang penabrakan, juga termasuk anggota TNI yang ditusuk," ungkapnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus itu.

"Masih dilakukan penyelidikan. Masih pemeriksaan saksi-saksi. Kita cek kronologisnya seperti apa. Kita kan perlu saksi-saksi untuk mendapatkan itu. Ini masih pendalaman," katanya.

Menyoal apakah peristiwa mobil menabrak beberapa orang di Kemayoran berhubungan dengan kasus penusukan anggota TNI itu, Argo menyampaikan, belum bisa memastikan.

"Ya itu sedang kami cek. Kami sedang cari saksi, pelat mobilnya berapa. Masih mengumpulkan saksi yang melihat itu. Ya pasti kami akan koordinasi dengan POM TNI ya," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, dua peristiwa kekerasan terjadi di dekat Tugu Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (17/6) dan Minggu (18/6) dini hari. Pertama, dugaan pengeroyokan dan penusukan terhadap seorang anggota TNI atas nama Prada Ananda Puji Santoso. Korban Ananda mengalami luka tusuk di bagian pinggang sebelah kiri. Pelakunya, diduga sekelompok orang yang tengah melakukan kegiatan Sahur On The Road (SOTR).

Setelah peristiwa pertama, datang sekelompok orang tak dikenal menggunakan sepeda motor dan mobil, melakukan penyerangan terhadap beberapa pemuda di dekat lokasi pertama. Bahkan, mobil itu sempat menabrak dua orang yang sedang duduk-duduk. Akibatnya, korban atas nama Andrian Dwi Nanda (18), meninggal dunia. Sementara, Abdul Qosim (32) mengalami luka-luka serius di sekujur tubuh.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT