Kesal, Wali Kota Bogor Tendang Motor yang Parkir Sembarangan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menendang dan menghardik juru parkir liar di Jalan MA Salmun, Pasar Anyar, Kota Bogor, 19 Juni 2017. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / PCN | Senin, 19 Juni 2017 | 17:58 WIB

Bogor - Mengaku kesal, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menendang jajaran sepeda motor yang melintang menutupi Jalan MA Salmun, Pasar Anyar, Kota Bogor, Senin (19/6). Ia pun meminta agar juru parkir lebih tertib mengatur parkir agar tidak menimbulkan kemacetan.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin pagi, saat itu wali kota bersama Muspida kembali melakukan sidak di Pasar Anyar. Kekesalan Bima memuncak ketika Jalan MA Salmun menuju Jalan Dewi Sartika begitu padat. Bukan hanya kendaraan yang melintas harus mengantre, tetapi pejalan kaki pun menyemut karena terjadi penyemipitan ruas jalan.

Begitu Bima melihat sepeda motor yang terparkir di badan jalan, tanpa tedeng aling-aling ia pun menendang beberapa sepeda motor hingga terjungkal. Lalu ia pun meminta juru parkir dan Satpol PP untuk memindahkan puluhan sepeda motor yang kadung terparkir.

Tidak hanya di situ, Bima pun duduk di tenda dekat pasar untuk memastikan motor-motor tersebut dipindahkan petugas.

"Siapa yang tidak emosi melihat karena ada pembiaraan dan parkir liar di sini. Parkir liar ini menjadi biang macet di sepanjang jalan ini," katanya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bima pun mengaku akan mengevaluasi petugas dan juru parkir yang bertanggung jawab di sekitar pasar tersebut. Ia pun mengaku sudah berkali-kali melakukan penertiban guna mengurangi kemacetan yang ditimbulkan oleh PKL dan parkir liar.

Pekan lalu, Wali Kota Bogor Bima Arya secara langsung turun menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di lokasi yang sama.

“Saat Ramadan tiba saya sering menerima keluhan dari warga tentang kondisi Pasar Anyar yang macetnya luar biasa, bahkan warga bisa tertahan satu sampai dua jam bila melintasinya,” kata Bima saat melakukan Sidak PKL di Pasar Anyar, Selasa (13/6).

Ditegaskan Bima, ia tidak melarang pedagang untuk mencari rejeki. Namun, berbeda halnya jika membuat sulit warga lainnya, mengganggu ketertiban, dan menyebabkan kesemrawutan sehingga berdampak kemacetan sampai berjam-jam akan ditertibkan.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT