Truk Dilarang Lewat Tol Sampai 3 Juli

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan (kiri) saat memantau pos pengamanan dan titik kemacetan di KM 11 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta, 8 Juni 2017. (Antara/Reno Esnir)

Oleh: Vento Saudale / HA | Senin, 19 Juni 2017 | 20:57 WIB

Bogor - Selama dua pekan atau masa Operasi Ramadiya 2017, truk dilarang melintas jalan tol, kecuali mengangkut sembilan bahan pokok (sembako), bahan bakar minyak (BBM), dan komoditas ekspor-impor.

Kasat Lantas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Hasby Rustama mengatakan, menurut edaran Peraturan Dirjen Perhubungan Darat truk berkapasitas besar bukan pengangkut pangan dan BBM dilarang beroperasi mulai Minggu (18/6) pukul 00.00 WIB hingga Senin (3/7) pukul 24.00 WIB.

Kendaraan pengangkut yang dilarang beroperasi selama musim mudik dan balik Idul Fitri 1438 H, menurut ketentuan itu meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, hasil tambang non-bahan bakar, truk tempelan, truk gandengan, kontainer, kendaraan barang maksimal 14.000 kilogram dan pengangkut barang dengan sumbu tiga atau lebih.

Sementara kendaraan pengangkut bahan makanan, ternak, bahan bakar, hantaran pos, barang ekspor/impor dari dan ke pelabuhan, serta mobil bertanda khusus yang mengangkut sepeda motor dalam program mudik gratis boleh tetap beroperasi.

"Sesuai surat edaran Kementarian Perhubungan dilarang melintas Tol Jogorawi menuju Puncak/Sukabumi. Kami juga sudah mensosialisasikan imbauan tersebut di gerbang tol dan persimpangan jalan," paparnya, Senin (19/6).

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Perhubungan, larangan bagi angkutan barang ini berlaku di ruas tol Merak-Cikupa-Kembangan-JORR W2, Kembangan Jakarta-JORR W-Cikunir, Cawang-Dawuan-Purbaleunyi, Cawang-Cikarang Utama-Cikopo-Palimanan-Pejagan-Brebes Timur, dan Cawang-Bogor-Ciawi.

Sebanyak 300 personel gabungan juga disiapkan di Jalur Puncak. Masing-masing personel, kata Silfia, akan disebar di enam Pospam dan pos-pos gatur sepanjang jalur Puncak.

Ada pun, beberapa titik kapadatan yang menjadi prioritas di sepanjang Jalur Puncak di antaranya, Simpang Gadog, Tanjakan Selarong, Simpang Megamendung, Taman Matahari, Pasar Ciaarua, Taman Safari, Warungkaleng, dan Masjid Atta'aun di Gunung Mas.

"Saat berlalu lintas di Puncak agar lebih memerhatikan rambu lalu lintas, patuhi yang ada, tidak terburu-buru. Karena banyak pengendara yang tidak sabaran memotong jalan akhirnya menimbulkan kemacetan," paparnya.

Sejauh ini, lanjut Hasby, Polres Bogor sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk memasang dan menambah rambu atau petujuk arah.

"Terkait rambu dan petunjuk arah sudah terpasang di beberpa titik untuk memandu pengendara," tutupnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT