Polres Bogor Tangkap Pengedar 133 Kg Ganja i

Tiga tersangka pengedar narkoba IHM (36), BTY (33), dan IP (29, diamankan di Mapolres Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin 19 Juni 2017. Dari tersangka polisi mengamankan 133 kg ganja dan 20,4 gram sabu.

Oleh: Vento Saudale / PCN | Senin, 19 Juni 2017 | 21:59 WIB

Bogor - Kepolisian Resor Kabupaten Bogor mengungkap jaringan perdagangan narkoba wilayah Bogor. Sebanyak 133 kilogram ganja dan 20 gram sabu berhasil diamankan dari tiga tersangka.

Kepolres Bogor Ajun Komisaris Besar, AM Dicky dalam keterangannya menuturkan, ketiga tersangka diamankan di wilayah yang berbeda di Kabupaten Bogor. Dia mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, polisi mengamankan IHM (36) di sebuah kontrakan di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 132 kilogram ganja kering.

"Hasil pengembangan, keesokan harinya polisi kembali mengamankan tersangka BTY (33) di wilayah Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, dan dari kontrakan tersebut polisi kembali mengamankan barang bukti ganja seberat 1 kilogram," kata Andi, Senin (19/6) di Mako Polres, Cibinong.

Kapolres menjelaskan, kedua tersangka tersebut merupakan satu jaringan dan keduanya merupakan bandar. Sedangkan, berdasarkan pengakuanya ganja tersebut dipasok salah seorang narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Bogor.

"Untuk tersangka di Lapas, masih kita kembangkan. Hubungan antara tersangka dengan narapidana hanya berdasarkan komunikasi dan tidak bertatap muka," paparnya.

Selain pengedar ganja, Polres juga mengamankan IP (29) seorang pengedar narkoba jenis sabu. IP ditangkap di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi dan barang bukti yang diamankan sabu seberat 20,4 gram serta satu butir ekstrasi.

Kasat Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Andri Alam menambahkan, para tersangka yang diamankan merupakan para pengedar dan saat ini polisi masih mengejar para bandar atau pemasok barang-barang tersebut.

"Para tersangka merupakan pemain lama yang biasa mengedarkan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Depok. Jumlah barang bukti yang diamankan tersebut merupakan stok dalam dua pekan ke depan," paparnya.

Para pengedar tersebut akan dijerat dengan Pasal 114, Pasal 111 atau 112 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT