Peresmian Transjakarta Koridor 13 Ditunda

Bus transjakarta Koridor 13 (Ciledug-Tendean) saat ujicoba berhenti di shelter CSW, Jakarta Selatan, 15 Mei 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / PCN | Senin, 19 Juni 2017 | 22:06 WIB

Jakarta- Pemprov DKI Jakarta belum akan meresmikan jalan layang khusus Transjakarta koridor 13 rute Ciledug-Tendean. Padahal awalnya koridor ini direncanakan akan diresmikan pada 22 Juni 2017 nanti, bertepatan dengan HUT ke-490 DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, penundaan peresmian koridor 13 dari jadwal karena Sertifikat Layak Fungsi (SLF) untuk konstruksi bangunan jalan layang tersebut belum keluar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

"Kami sih inginnya cepat, tapi karena SLF-nya belum keluar, kami tidak berani," ujar Andri di Balai Kota, Senin (19/6).

Oleh karena itu, katanya, sudah diputuskan dalam rapat pimpinan yang diselenggarakan di hari yang sama, agar Dinas Bina Marga segera berkoordinasi dengan Kempupera untuk menyelesaikan SLF yang akan dikeluarkan.

Andri menjelaskan, SLF untuk bangunan jalan layang tersebut dibutuhkan karena jalan sepanjang 9,3 kilometer tersebut masuk ke dalam kategori bangunan jembatan yang membutuhkan kajian serta SLF dari Kempupera.

"Kalau ngapa-ngapain, harus ada SLF-nya dulu, kalau tidak nanti kami yang disalahkan," katanya.

Oleh karena itu, rencana peresmian tanggal 22 Juni 2017 disebutkannya tidak memungkinkan lagi. Namun saat ini pihaknya tengah mencoba berkoordinasi dengan Kempupera sambil menunggu proses penerbitan SLF.

Kemungkinan, katanya, peresmian jalan layang ini akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2017 bersamaan dengan peresmian jalan Simpang Susun Semanggi. Kendati demikian, pihaknya akan bertanya kepada Kempupera apakah koridor 13 ini bisa dilakukan soft launching terlebih dahulu sebagai percobaan sebelum menerima SLF tersebut.

"Kan kami percobaan yang tidak mengangkut penumpang, nanti soft-launching itu bisa tidak kami mengangkut penumpang. Jadi kalau dari arahan Kempupera silakan, kami jalan, kalau tidak, ya kami tak berani," pungkasnya.

Sebelumnya uji coba Transjakarta koridor 13 ini juga ditunda beberapa kali karena beberapa masalah. Salah satunya adalah fasilitas di dalam halte yang kurang sesuai seperti posisi lubang pada loket yang seharusnya di depan berada di samping.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT