UPPRD Taman Sari Pasang Stiker Tunggakan Pajak

Pemasangan Stiker Tunggakan Pajak di Hotel Feodora, Taman Sari, yang dilakukan oleh UPPRD Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin, 17 Juli 2017. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Senin, 17 Juli 2017 | 12:43 WIB

Jakarta - Untuk menertibkan wajib pajak yang melakukan tunggakan pajak, terutama Pajak Bumi Bangunan dan Perkotaan Pedesaan (PBB-P2), Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat melakukan pemasangan stiker tunggakan pajak ke objek pajak yang belum melunasi pembayaran PBB-P2.

Kepala UPPRD Kecamatan Taman Sari, Andri Kunarso mengatakan hingga saat ini ada 182 wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak tiga tahun ke atas. Artinya, mereka belum membayarkan pajak untuk PBB-P2 selama tiga tahun lebih. Dari jumlah 182 wajib pajak tersebut, total tunggakan yang belum dibayarkan sebesar Rp 136 miliar.

Pemasangan stiker terhadap objek pajak yang menunggak pajak dilakukan selama 10 hari kerja. Dimulai hari ini, Senin (17/7) hingga Jumat (28/7) pekan depan.

“Untuk hari ini, kami memasang stiker bertuliskan objek pajak ini belum membayar pajak di 10 titik atau objek pajak. Mulai dari rumah pribadi, toko hingga hotel. Kegiatan ini akan berlangsung selam a10 hari kedepan,” kata Andri yang memimpin kegiatan tersebut di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (17/7).

Tempat pertama yang dipasang stiker menunggak pajak adalah diskotik Raja Mas di gedung Pasar Jaya HWI Lindeteves, Mangga Besar, Jakarta Barat. Objek pajak ini menunggak pajak sebesar Rp 22,6 juta.

Kemudian pemasangan stiker dilanjutkan ke rumah milik Lay Tje That di Jalan Mangga Besar GG Buntu, Kelurahan Tangki dengan tunggakan pajak sebesar RP 40,7 juta. Saat pemasangan stiker ini, penghuni rumah kaget karena kedatangan para petugas pajak yang ingin menempelken stiker mereka di dinding rumahnya.

Penghuni rumah bernama Ata (70) mengatakan ia hanya menyewa rumah ini. Ia sendiri tidak tahu kalau pemilik rumah belum membayarkan pajaknya selama tiga tahun berturut-turut.

“Saya hanya menyewa rumah ini. Jadi tidak tahu kalau ada tunggakan. Tapi kalau mau pasang stikernya silakan saja. Nanti saya beritahu kepada pemiliknya,” kata Ata.

Selanjutnya, tempat ketiga yakni sebuah toko suku cadang mobil milik Tan A Moy di Jalan Taman Sari Raya, Kelurahan Taman Sari, dengan tunggakan pajak Rp 45 juta.

Saat petugas menempelkan stiker, pemilik toko tersebut melakukan protes. Karena selama ini, ia tidak menerima surat pemberitahuan apa pun untuk pemasangan stiker. Bahkan ia tidak menerima surat pemberitahuan untuk tunggakan pajaknya tersebut.

“Saya tidak terima Pak. Masa tiba-tiba langsung dipasang stiker seperti ini. Harusnya ada pemberitahuan. Saya selama ini tidak terima surat pemberitahuan. Padahal hari Rabu, saya mau bayar pajaknya,” kata perempuan yang tak mau disebutkan namanya itu.

Namun setelah diberikan penjelasan dengan baik, akhirnya ia mau menandatangani surat berita acara pemasangan stiker tersebut.

Wajib pajak lainnya yang akan bangunannya akan dipasang stiker hari ini yaitu bangunan milik PT Adidaya Sakti/Hotel Feodora dengan tunggakan sebesar Rp 33,9 juta, Randy Sudjana dengan tunggakan sebesar Rp 23,2 juta, Semidjaja Chandra sebesar Rp 48,6 juta, Siti Mariah sebesar Rp 34,7 juta, PT Srikaya sebesar Rp 19,8 juta, The Ning King sebesar 19,8 juta, The Ning King sebesar Rp 28,5 juta, dan PT Andika Saksi Abadi sebesar Rp 21,9 juta




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT