Djarot Perintahkan Wali Kota dan Satpol PP Tertibkan Trotoar

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar Jalan Jati Baru, Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 14 Mei 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Senin, 17 Juli 2017 | 14:40 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memerintahkan wali kota di lima wilayah DKI bersama dengan Satpol PP DKI untuk segera menertibkan trotoar. Perintah ini diberikan menyusul viralnya video dari Koalisi Pejalan Kaki yang memuat penyalahgunaan fungsi trotoar oleh pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima (PKL).

“Tadi sudah saya sampaikan juga didalam serah terima jabatan Kasatpol PP. Saya tegaskan kepada para wali kota, trotoar sudah bagus. Ini harus kita jaga. Kalau ada PKL yang mengokupasi itu, dia harus mundur. Itu tidak boleh,” kata Djarot seusai memimpin rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (17/7).

Menurutnya, kondisi trotoar di Jakarta sudah bagus dan baik. Sehingga dapat menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Apalagi di trotoar tersebut sudah ada jalur jalan yang khusus dibuat untuk warga penyandang tuna netra.

Ia mengkritisi adanya trotoar yang di tengah-tengahnya diletakkan pot bunga besar. Karena keberadaan pot bunga besar itu dapat mengganggu aktivitas warga Jakarta penyandang disabilitasi.

“Trotoar kan sekarang sudah kita perbaiki. Banyak yang bagus, sudah lebar. Kemudian sudah ada jalur untuk saudara kita yang disabilitas. Trotoar sudah bagus jangan di tengah-tengahnya dikasih pot. Karena ada beberapa masih ada pot bunga. Saudara kita penyandang disabilitas, yang buta, kemudian masuk situ, di depannya ada pot, ya nabrak dong,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini meminta semua aparat Pemprov DKI, mulai dari wali kota hingga Satpol PP agar aktif bergerak untuk mendorong masyarakat menggunakan trotoar tetap digunakan untuk pejalan kaki.

“Ini untuk mendorong. Kan sudah beberapa waktu lalu saya sampaikan untuk mendorong supaya kita aktif bergerak,” jelasnya.

Untuk sanksi bagi pengendara sepeda motor yang mengokupasi trotoar, Djarot menegaskan pasti ada sanksinya. “Itu pasti. Kalau itu polisi lalu lintas yang kasih sanksi,” ungkapnya.

Koalisi Pejalan Kaki menayangkan momen imbauan kepada tukang ojek untuk tidak melintas di trotoar. Video itu viral di media sosial.

Lokasi pengambilan video di trotoar Jalan Kebon Sirih, dekat dengan Balai Kota. Imbauan itu tidak berjalan mulus. Situasi sempat panas karena sejumlah tukang ojek tidak terima mereka dilarang melintas di trotoar.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT