Sempat Disegel, SMPN 1 Tambun Selatan Gelar Masa Pengenalan Sekolah

Suasana SMPN 1 Tambun Selatan dalam pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), 17 Juli 2017. (BeritaSatu Photo/Mikael Niman)

Oleh: Mikael Niman / JAS | Senin, 17 Juli 2017 | 14:52 WIB

Bekasi - Sebanyak 320 siswa SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), mulai Senin (17/7) hingga Rabu (19/7).

Pihak sekolah mengatakan, hari pertama kegiatan MPLS SMPN 1 ini berjalan ‎lancar dan kondusif. Kegiatan yang ditujukan bagi murid baru ini dimulai sejak pukul 12.00-16.00 WIB.

Pekan lalu, pintu masuk sekolah yang berlokasi di Jalan Pendidikan 2, Desa Setiadarma, ‎Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini, sempat disegel warga dengan cara menggembok pintu gerbang.

Warga kecewa karena anaknya tidak bisa bersekolah di sekolah tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyeleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online, yang dilakukan secara transparan.

"Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah berjalan normal. Tidak ada gangguan," ‎ujar Wakil Kepala SMPN 1, Ade Syamsul Bahri, Senin (17/7).

Dia menegaskan, tidak kegiatan bullying, perploncoan, atau sejenisnya di sekolah tersebut. "Silakan orangtua melihat langsung. Anak didik baru di sekolah hanya disuruh memakai name tag untuk membedakan dari gugus atau kelompok mana? Tidak ada perploncoan," ungkapnya.

Menurut Ade, aksi penyegelan warga yang dilakukan pada Selasa (11/7) lalu bermula ketika para orangtua murid, mendapati anaknya tidak lolos seleksi PPDB online. Padahal, murid tersebut tinggal di Kecamatan Tambun Selatan.

"Nilai mereka tidak memenuhi persyaratan PPDB online di sini," katanya.

Meski begitu, kata dia, satu jam setelah penyegelan pintu gerbang, pihak sekolah bersama dengan anggota Polsek Tambun, Polrestro Bekasi, membuka kunci gembok pintu gerbang yang disegel para orangtua murid. "Sejak kejadian itu, tidak ada lagi upaya penyegelan pintu masuk sekolah," imbuhnya.

‎Sementara itu, orangtua murid, Ida (40), mengantar anaknya mengikuti kegiatan MPLS. Para orangtua diperbolehkan mengantar anaknya hingga ke halaman sekolah. "Anak saya ikut Jalur Zonasi SMPN 1 dan diterima," kata Ida.

Menurutnya, nilai NEM anaknya sebesar 27,95 dan diterima di Jalur Zonasi peringkat ke-48 dari 93 siswa.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT