Ini Kata Pemprov DKI Soal Video Pengendara Motor Mengamuk di Trotoar

Pengendara motor yang mengamuk karena tak dapat menggunakan trotoar di jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (YouTube Grab/ Yudo Dahono)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / YUD | Senin, 17 Juli 2017 | 16:09 WIB

Jakarta - Sebuah video viral yang menunjukkan trotoar diserobot oleh pengendara motor sehingga terjadi keributan antara pejalan kaki dengan pengendara motor yang menyerobot itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan, sedianya masyarakat harus sama-sama sadar tentang penggunaan fasilitas publik yang ada yang disediakan oleh pemerintah, seperti trotoar ini.

“Karena dari sisi desain, sudah ada yang portal S. Kami hanya pendekatan, arahan itu sebagai simbol bahwa trotoar bukan untuk penggunaan selain pejalan kaki,” ujar Yusmada di Balai Kota, Senin (17/7).

Ia mengatakan, banyak orang yang mengatakan supaya di trotoar bagian-bagian bulat dirapatkan supaya motor tidak bisa melintas. Namun justru, katanya, hal tersebut melanggar UU Nomor 8 Tahun 2016, yang dimaksudkan supaya disabilitas bisa masuk.

“Kalau itu dirapatkan ya dia tidak masuk. Makanya kami ada model yang portal S, tapi itu kan butuh ruang. Jadi solusinya ya, sama-sama menggerakkan kesadaran bersama. Itu yang paling penting, law enforcement,” katanya.

Saat ini, katanya, memang belum semua trotoar di Jakarta menggunakan portal S. Beberapa trotoar yang sudah ada portal S seperti itu, terdapat di RSCM dan Jatibaru. Kedua lokasi tersebut merupakan pilot projects. Sebab untuk membuat seluruh trotoar memiliki portal S juga tidak bisa apalagi di lokasi yang banyak simpang.

“Ini kan hanya simbol, ini bukan untuk motor, bukan untuk penggunaan yang lain, tapi untuk pejalan kaki,” katanya.

Adapun pembenahan trotoar saat ini masih berlangsung, seperti di Jakarta Selatan di kawasan Blok M mengarah ke Taman Barito dan Pasar Mayestik. Trotoar di kawasan itu, nantinya akan tersambung dengan bus Transjakarta di Terminal Blok M dan MRT yang Sisingamangaraja.

Kemudian Jakarta Timur, trotoar dibangun mengarah ke Jatinegara Timur dan Jatinegara Barat. Terutama yang menyambung dari Stasiun Jatinegara ke Pasar Jatinegara, dan terus ke Kampung Melayu. Selanjutnya, Jakarta Utara pihaknya meneruskan pengembangan di kawasan Kota Tua yang mengarah ke Pasar Ikan.

Jakarta Barat di sekitar Kyai Tapa, tepatnya di depan Universitas hingga ke Terminal Grogol serta di Jakarta Pusat dibangun di Lapangan Banteng, Gambir, Stasiun Juanda, lapangan banteng. Daerah tersebut akan dikembangkan menjadi area yang benar-benar ramah pejalan kaki.

“Selesai secara total kan belum, tapi kami mau mulai. Targetnya sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Berikut video pengendara motor yang mengamuk karena tak dapat menggunakan trotoar di jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT