Ilustrasi pembangunan jalan tol.
Tol itu melintasi 7 kecamatan di Tangerang, yakni Cisauk, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa, Balaraja, dan Pasar Kemis, serta bisa menyambung tol Jakarta-Merak melalui pintu tol Balaraja Timur.

Pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja akan dimulai pada 2013 oleh PT Bumi Serpong Damai.

"Saya yakin pembangunan jalan tol sepanjang 36 kilometer itu dipastikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Tangerang, Tedy Suwardi, Senin (23/4).

Selain itu juga akan banyak para investor yang menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah sangat mendukung pembangunan jalan tol yang menghubungkan Serpong-Balaraja.

Pada dasarnya pembangunan jalan tol tersebut untuk mempermudah akses lalu lintas yang pada akhirnya mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Jika jalan tol Serpong-Balaraja beroperasi kemungkinan investor banyak yang menanamkan modalnya di bidang perdagangan, perumahan, jasa, pasar swalayan dan lainya," katanya.

Jalan tol Serpong-Balaraja melintasi tujuh kecamatan di Kabupaten Tangerang, yakni Kecamatan Cisauk, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa, Balaraja, dan Pasar Kemis.


"Kami sangat mendukung pembangunan jalan tol  dan pemerintah setempat akan memberikan kemudahan untuk pembebasan lahan," kata Tedy.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang, Akip Samsudin, mengatakan pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja sudah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan jalan tol itu disebut akan berdampak positif terhadap daerah lainya di Provinsi Banten.

"Pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja bisa menyambung tol Jakarta-Merak melalui pintu tol Balaraja Timur," kata Akip.

Penulis: