Uji Coba Simpang Susun Semanggi Dimulai

Sejumlah kendaraan melintasi Jembatan Simpang Susun Semanggi di kawasan Semanggi, Jakarta, 28 Juli 2017. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / PCN | Jumat, 28 Juli 2017 | 21:06 WIB

Jakarta- Uji coba Simpang Susun Semanggi dilakukan pada Jumat (28/7) malam. Jalan layang yang terdiri dari dua ramp off dan ramp on ini sudah mulai bisa dilalui kendaraan yang datang dari arah Polda Metro Jaya menuju Bundaran HI serta dari arah Grogol menuju ke Blok M.

Sejumlah pejabat DKI hadir dalam kegiatan uji coba tersebut, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Asisten Pembangunan DKI Gamal Sinurat, Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Michael Rolandi hingga Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Hubungan Luar Negeri (KDHKLN) Muhammad Mawardi.

Tidak hanya itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno juga turut hadir dalam uji coba tersebut.

Sebelum uji coba dilakukan, Menpupera Basuki menyerahkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Simpang Susun Semanggi terlebih dahulu yang diterima langsung oleh Djarot. SLF tersebut menjamin bahwa Simpang Susun Semanggi sudah aman dan bisa dioperasikan.

"Sesuai rencana Pak Gubernur, kami dari Kempupera sebagai yang bertanggung jawab secara teknis terhadap jembatan, panjang, dan terowongan, sesuai rekomendasi komisi keamanan jembatan, dapat menyerahkan SLF Simpang Susun Semanggi," ujar Basuki saat acara soft launching dan open traffic tersebut berlangsung.

Ia pun berharap, Simpang Susun Semanggi ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga DKI secara aman dan dapat mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar kawasan Semanggi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Djarot juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kempupera yang telah memberikan izin dan kepada kontraktor yang mengerjakan pembangungan, yakni PT Wijaya Karya (WIKA).

"Ini bangunan yang tercatat di dalam sejarah pembangunan konstruksi di Indonesia karena Simpang Susun Semanggi menjadi jembatan lengkung terpanjang se-Indonesia," katanya.

Tidak hanya itu, konstruksinya yang didesain sedemikian rupa dengan ornamen Betawi berupa gigi balang dan pencahayaan yang baik dengan diset sedemikian rupa," paparnya.

Pembangunan Simpang Susun Semanggi sendiri dimulai pada 16 Maret 2016 dengan peletakan batu pertama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Bangunannya terdiri dari 2 ramp, yakni ramp dari Polda arah Cawang menuju Jalan Sudirman arah Bundaran HI sepanjang 826 meter dan ramp dari arah Grogol menuju ke Blok M sepanjang 796 meter sehingga total panjangnya adalah 1.622 meter. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT