Pansus KPK Kunjungi Rumah Sekap Niko di Cipayung

Sejumlah anggota Pansus Hak Angket KPK sedang mengecek ruang-ruang diduga rumah sekap Panji Niko Tirtayasa (BeritaSatu Photo/Markus Junianto Sihaloho)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / CAH | Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:45 WIB

Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di DPR mengunjungi salah satu rumah yang disebut mantan saksi KPK, Panji Niko Tirtayasa sebagai rumah sekap, di Jalan TPA, Kampung Benda, Cipayung, Jumat (11/8).

Rombongan dipimpin Ketua Pansus Hak Angket, Agun Gunandjar Sudarsa, yang tiba bersama puluhan wartawan dan anggota pansus lainnya. Diantaranya adalah Masinton Pasaribu, Arteria Dahlan, Taufiqqulhadi. Niko juga turut hadir.

Setelah turun dari bus, berbicara sebentar kepada wartawan, rombongan masuk ke dalam rumah yang berbatasan langsung dengan jalan raya itu. Nanang, pria berusia hampir 50 tahun, yang diserahi tugas untuk mengawasi rumah, lalu membukakan pintu.

Niko lalu membimbing rombongan yang ikut untuk mengelilingi rumah yang luasnya sekitar 100 meter persegi itu. ‎Dia menunjukkan tempat dimana dia tidur selama disimpan oleh penyidik KPK di rumah itu. Dia masih mengingat fasih lokasi-lokasi, hingga bau tempat itu.

"Ini kamar kosong. Tapi dulu kami tak tempati karena ada bau bangkainya," kata Niko.

Niko mengaku tak tahu rumah itu punya siapa dan untuk kepentingan apa. Dia mengaku diarahkan ke rumah itu oleh penyidik KPK.

"Dialah NB, Novel Baswedan. Makanya saya minta kepada Novel, tolong muncul. Jangan bilang lagi sakit. Mari muncul ke Pansus," kata Niko.

"Gara-gara dia, saya dituduh menyiram (air keras). Saya minta Novel muncul," kata Niko.

Niko mengaku, dirinya menyebut rumah di Cipayung itu sebagai rumah sekap karena selalu ada yang mengawal dirinya. Siapa pengawal itu, Niko pun tak tahu. Yang dia tahu, para pengawal hanya mengantar dirinya ketika kesaksian dibutuhkan KPK, lalu memulangkan dirinya lagi ke rumah itu.

"Febri Diansyah (jubir KPK) bilang saya di sini bisa sosialisasi. Silahkan cek ke masyarakat sini. Saya bisa keluar apa tidak? Saya bisa keluar cuma karena kebijakan pengawal. Kalau orang KPK sudah pulang, saya boleh keluar sebentar," kata Niko.

"Kepada Saudara Febri, tolong bicara secara fakta. Jangan pakai opini. Kalau opini pun saya bisa."




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT