Jalur MRT Miliki Jembatan 170 Meter di Atas JORR

Foto aerial proyek konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, 1 Juni 2017. (Antara/Sigid Kurniawan)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / HA | Senin, 14 Agustus 2017 | 15:32 WIB

Jakarta - Jalur layang mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI Jakarta memiliki jembatan sepanjang 170 meter yang berada di dekat Stasiun Fatmawati.

Jalur layang panjang berkelok itu melintasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) TB Simatupang dari Jalan Fatmawati ke arah Cipete. Jembatan yang tinggal membutuhkan polesan akhir ini dibangun dengan alat khusus bernama form traveller dengan teknik pengecoran langsung dari atas sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di tol JORR.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, teknik khusus ini dipilih untuk dapat menyelesaikan struktur MRT di area tersebut tanpa menghentikan arus jalur lalu lintas JORR yang selalu padat.

"Karena tidak memungkinkan ada kolom (pilar) di tengah jakan tol JORR sehingga ada bentang panjang 77 meter melintasi jalan tol JORR," ujar Silvia saat peninjauan ke area MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (14/8).

Ia mengatakan, radius yang ketat dan bentang yang besar mengharuskan jalur dibangun dengan cara seperti itu. Metode yang diterapkan tidak mengganggu jalan tol yang berada tepat di bawahnya.

Sementara itu perwakilan dari konsorsium kontraktor pengerjaan Stasiun Fatmawati Tokyu-Wijaya Karya, Sony, mengatakan jembatan tersebut memiliki panjang 170 meter dan tinggi 25 meter.

"Kami memasang special bridge dengan cara cor di tempat di atas. Jadi memasang form traveler, beton box-nya menggantung dan bergerak maju," terangnya.

Karena lokasi proyek ada di atas jalan tol yang tidak boleh diganggu, maka pihaknya menggunakan metode tersebut. Penggunaan metode konvensional, yakni dengan memasang beton pra-cetak (precast), tidak memungkinkan karena harus ada kolom di tengah jalan tol tersebut.

"Supaya proyek ini tetap jalan, kami menyiasatinya dengan menggunakan metode tersebut. Kami mempertimbangkan beberapa alasan proyek tersebut agar tetap bisa jalan," kata Sony.

Pihaknya mengerjakan pembangunan jembatan di atas JORR ini selama empat bulan yang satu segmennya atau per 4 meter membutuhkan waktu sebanyak sembilan hari.

"Tidak ada material yang jatuh selama pekerjaan. Progresnya sekarang sudah selesai dan sedang pasang parafet (dinding di sepanjang jalur)," pungkasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT