Pembakaran Umbul-umbul Merah Putih di Bogor

Pengajar Ponpes Ibnu Mas'ud Jadi Tersangka

Polisi berjaga di depan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes)Tahfizh Alquran Ibnu Mas'ud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. (B1/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / AB | Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:57 WIB

Bogor - Kepolisian Resor Bogor menetapkan MS (24) sebagai tersangka dalam kasus pembakaran umbul-umbul merah putih di depan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas'ud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky dalam keterangannya di Mapolres Cibinong, Jumat (18/8) menuturkan MS ditetapkan sebagai tersangka setelah memeriksa 29 saksi dan mengamankan barang bukti berupa umbul-umbul yang terbakar dan CCTV.

“MS ini merupakan pengajar di ponpes itu. Kita amankan dan menetapkannya sebagai tersangka setelah cukup bukti,” jelas Dicky.

Pelaku mengaku membakar umbul-umbul merah putih karena benci terhadap NKRI. “Kebencian terhadap NKRI dan menganggap umbul-umbul merah putih dan perayaan 17-an tersebut sebagai representasi negara yang dijadikan sasaran pelampiasan,” katanya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 66 juncto Pasal 24 UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan/atau Pasal 406 KUHP yang mengatur tentang menghancurkan atau merusakkan barang.

Saat ditanya kemungkinan ponpes tersebut  mengajarkan radikalisme, Dicky menolak berkomentar banyak. Ia menyerahkan kelanjutan penanganan kasus tersebut kepada satuan antiteror.

“Kita fokus kepada kasus pembakarannya. Terkait paham dan keberadaan para santri di situ, kita dalami dan ada bagian yang expert mengurisnya,” jelasnya.

Pihaknya tetap melakukan pengamanan di lokasi ponpes dan menggandeng tokoh agama serta perangkat daerah setempat untuk menekan gejolak yang berada di masyarakat agar tidak main hakim sendiri.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT