KRL Jakarta Kota-Cikarang Beroperasi September 2017

Ilustrasi KRL Commuter Line. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / GOR | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 13:44 WIB

JAKARTA – Pemerintah merencanakan pengoperasian kereta rel listrik (KRL) Jakarta Kota sampai Cikarang akan dilaksanakan pada 17 September 2017. Pengoperasian transportasi berbasis rel tersebut akan dilakukan setelah modernisasi stasiun rampung dilakukan.

“Rencana kami pada 17 September sudah membawa penumpang, kalau beroperasi sudah,” kata Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam diskusi di Jakarta, Jumat (18/8).

Zulfikri mengatakan, kereta rel listrik ini direncanakan berhenti di setiap stasiun yang telah dimodernisasi. Modernisasi tersebut mulai dari Bekasi Timur, Tambun, Cibitung dan Cikarang. Namun, saat ini terdapat dua stasiun yang belum dimodernisasi.

“Saat ini masih tahap modernisasi, jadi belum seluruh stasiun beroperasi. Ada dua stasiun yang tidak berhenti karena belum kami modernisasi. (Pengoperasian dua stasiun itu) akan dilakukan temporer. Sedangkan Cikarang, untuk pelayanan penumpang sudah siap, kami telah pasang peron tinggi, mulai dari Bekasi Timur sampai Cikarang,” katanya.

Sementara itu, pemerintah menargetkan kereta rel listrik (KRL) jalur Manggarai-Cikarang yang mulai beroperasi pada September 2017 dapat mengangkut sekitar 2.300 penumpang di wilayah Tambun dan Cikarang, Kabupaten Bekasi, setiap harinya.

“Rata-rata penumpang KRL lintas Jakarta-Bekasi mencapai 75.000 hingga 95.000, sebanyak 1.300 penumpang di antaranya berasal dari Tambun pada hari kerja, sementara asal Cikarang sebanyak 1.000 penumpang per hari,” kata Zulfikri

Pemerintah saat ini tengah mengebut penyediaan empat fasilitas stasiun di sepanjang lintasan kereta listrik tersebut, masing-masing di Bekasi Timur, Kota Bekasi; Tambun; Cibitung; dan Cikarang Kabu-paten Bekasi.

“Untuk Stasiun Bekasi Timur akan tersedia delapan gate (pintu), Tambun sebanyak enam gate, Cibitung enam gate, dan Cikarang delapan gate. Untuk Stasiun Cibitung dan Tambun memang lebih sedikit karena disesuaikan dengan potensi penumpangnya,” papar dia.

Jumlah perjalanan kereta yang dialokasikan waktunya berjumlah 10 perjalanan pulang pergi Jakarta-Bekasi sepanjang 44 km. “Proyeksi tarif penumpang dengan public service obligation (PSO) Jakarta Kota-Cikarang Rp 5.000 per penumpang,” papar dia seperti dikutip dari Antara.

Perjalanan kereta itu akan menggunakan rel serta rangkaian kereta eksisting dari commuter line. “Perjalanan keretanya sudah kami siapkan sedini mungkin agar tidak berbenturan dengan jadwal yang ada saat ini,” kata dia.

Setelah beroperasionalnya penambahan trayek kereta listrik itu, maka penumpang kereta dari arah Jakarta tidak lagi habis di Stasiun Kota Bekasi Jalan Ir H Djuanda Bekasi Selatan, namun dapat berlanjut hingga Cikarang, Kabupaten Bekasi.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT