Ilustrasi jalan tol
"Tol Becakayu merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum. Tahap pembebasan lahannya sudah dimulai di Kecamatan Jakasampurna."

Pembangunan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) yang sempat tertunda sejak 2007 lalu kembali dilanjutkan, melalui tahap pembebasan lahan.

"Tol Becakayu merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum. Tahap pembebasan lahannya sudah dimulai di Kecamatan Jakasampurna," ujar Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, di Bekasi.

Menurut dia, persoalan pembebasan tanah yang diprediksi berlangsung alot berhasil diselesaikan sekitar 90 persennya.

"Tim pembebasan tanah ini dibentuk langsung dari Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT)," katanya.

Menurut dia, pembebasan lahan yang tersisa saat ini hanya 7 kilometer. Bila hal itu dapat diselesaikan, maka proses pengerjaan fisik bangunan dapat segera dilaksanakan.

Jalan sepanjang 21,04 kilometer ini pembangunannya akan menelan dana sekitar Rp7,02 triliun melalui anggaran pihak investor PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

"Pekerjaan konstruksi akan dimulai dari Bekasi dan pembangunannya dibagi menjadi lima tahap," ujarnya.

Menurut Rayendra, kehadiran tol tersebut diharapkan menjadi alternatif di tengah minimnya ketersediaan lahan untuk pelebaran jalan di sepanjang Jalan Raya Kalimalang.

"Saya optimistis, pembangunan jalan tersebut dapat mengurai kemacetan di sekitar Jalan KH Noer Alie," demikian Rayendra.

Penulis: