Lokbin PKL dan Parkiran di Kota Tua Diperluas

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sedang meninjau pembangunan Lokasi Binaan PKL di Jalan Cengkeh, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa, 12 September 2017. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / CAH | Selasa, 12 September 2017 | 20:05 WIB

Jakarta – Pembangunan lokasi binaan (lokbin) di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat yang diperuntukkan tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kawasan Kota Tua, menjadi bagian dari fase pertama revitalisasi kawasan Kota Tua.

Lokbin PKL ini akan mampu menampung sebanyak 456 PKL. Tidak hanya itu, di lahan tersebut sudah dibangun parkir kendaraan bermotor. Lahan parkir ini mampu menampung 150 kendaraan roda empat, 450 kendaraan roda dua dan 12 bus.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan Lokbin PKL ini akan diresmikan bersamaan dengan peresmian Kali Besar pada 5 Oktober mendatang. Ia pun, sempat meninjau pelaksanaan pembangunan lokbin PKL dan revitalisasi kawasan Kali Besar di Kota Tua, Selasa (12/9).

“Rencananya diresmikan sekaligus revitalisasi Kota Tua fase pertama, tanggal 5 Oktober. Yang di Kota Tua dan yang di Kali besar. Itu fase pertama sudah siap,” kata Djarot.

Untuk penempatan PKL, Djarot mengatakan PKL tetap akan membayar uang retribusi sebesar Rp 4.000 per hari. Dengan adanya lokbin ini, maka tidak ada lagi PKL yang berjualan di area dalam maupun luar kawasan Kota Tua.

“Tidak boleh lagi mereka di luar. Kalau ada yang seperti itu, langsung gusur. Karena ini akan menjadi kawasan yang nantinya kedepan lebih banyak orang datang akan jalan kaki. Kalau ada yang ngeyel, gampang, kita angkut saja barangnya. Masa mau ngeyel-ngeyelan. Mau enggak tertib,” tukasnya.

Selain menampung 456 PKL, nantinya di Lokbin tersebut ada panggung yang setiap malam akan diisi berbagai macam acara hiburan. Sehingga menarik minat pengunjung Kota Tua.

“Untuk parkir, semua parkir di sini. Saya minta kalau ada motor, mobil, dan bus, parkir disini,” ujarnya.

Dalam tinjauannya di Lokbin PKL tersebut, Djarot menilai masih ada kekurangannya. Yaitu kurang adanya tanaman hijau seperti pohon-pohon besar yang berfungsi sebagai peneduh. Karena, orang yang berjalan kaki akan kepanasan karena tidak ada pohon peneduh.

“Makanya saya bilan tadi, pohonnya dikasih yang agak gede-gede. Disini banyak pohon tinggi tetapi kurus. Yang gede dan gemuk, iya dong. Enggak usah tinggi, enggak apa-apa. Yang penting gemu, sekitar tiga meter. Daripada kurus tinggi hanya 10 meter. Fungsinya untuk melindungi supaya adem. Sehingga mereka yang jalan kaki nyaman. Kalau perlu dikasih roof (atap) trotoarnya,” terangnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT