Belum Diterapkan, Tilang CCTV justru Didukung Masyarakat

Seorang pengendara melewati garis berhenti di simpang lampu merah Jalan KS Tubun, Bogor Utara, Kota Bogor. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / FMB | Rabu, 13 September 2017 | 11:30 WIB

Bogor - Beberapa hari terakhir, di Bogor beredar pesan berantai terkait tilang melalui kamera closed circuit television (CCTV). Kabar yang tersebar melalui pesan siar aplikasi seluler itu segera dibantah pihak kepolisian setempat.

Meskipun berita itu hoax, justru masyarakat mendukung penerapan sistem tersebut. Pegawai bank seperti Putra Ramdani (33) mengaku kecewa setelah mengetahui kabar palsu tersebut. “Padahal ini bagus. Jadi pelajaran buat warga yang seenaknya pakai motor, mobil, angkot, yang sering melanggar tanpa kena tilang,” katanya, Rabu (13/9).

Putra mendukung penerapan tilang elektronik hasil pengawasan dari CCTV itu jika memang benar bisa diterapkan. Dengan diberlakukannya sistem penilangan itu, ia yakin pengendara di lalu lintas di Bogor akan semakin tertib.

“Kuncinya itu kan ada di petugas. Kalau ada petugas, mana ada berani yang melanggar. Dengan CCTV, setiap saat pengendara merasa diawasi yang membuat orang takut kena tilang,” katanya.

Warga Tamansari, Ramdan (35) juga tertarik dengan penerapan sistem tilang hasil pantauan CCTV. Saat ini, kata dia, lalu lintas di Bogor sudah semakin semrawut. Penyebab utamanya adalah ketidaktertiban pengendara.

“Menurut saya, prilaku pengedara dalam lalu lintas di Bogor ini semakin tak terkendali. Berhenti seenaknya lalu menerabas lampu merah. Bahayanya bukan buat diri sendiri, juga orang lain,” tambahnya.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama menuturkan, tujuan pengawasan CCTV itu untuk menangkap secara detail visual para pelanggar lalu lintas. Selanjutnya akan dilakukan tilang secara elektronik dan dikirim surat ke rumah alamat sesuai nomor polisi. Bahkan, CCTV tersebut dapat menangkap gambar wajah dan nomor kendaraan secara jelas.

“Surat tilang juga bisa ditagihkan pada saat perpanjangan surat kendaraan nantinya,” kata Hasby. Idealnya CCTV terpasang di tempat-tempat yang rawan pelanggaran lalu lintas seperti lampu pengaturan persimpangan maupun titik rawan kecelakaan.

Sebelumnya, Kepala Polisi Daerah Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto mengakui penilangan dengan cara tersebut bisa mengurangi jumlah polisi di jalanan.

Penerapan sistem tersebut menurut Agung melibatkan setidaknya tiga institusi penegak hukum yakni kepolisian, kejaksaan dan hakim. "Ketiganya harus bersinergi terlebih dulu jangan sampai kita sudah melakukan penegakan hukum melalui CCTV, dipotret, tapi bukan menjadi alat bukti," katanya pada kunjungan bakti sosial di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (12/9).




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT