Anggota DPRD DKI Minta RS yang Abaikan Pasien Diberi Sanksi Tegas

Anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Rifkoh Abriani. (PKS Jakarta)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Rabu, 13 September 2017 | 13:41 WIB

Jakarta – Komisi E DPRD DKI Jakarta menyoroti kasus meninggalnya bayi Debora di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Barat. Komisi E meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera memberikan sanksi tegas terhadap rumah sakit swasta tersebut.

Anggota Komisi E DPRD DKI, Rifkoh Abriani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI terkait kasus bayi Debora. Ia juga telah meminta agar Dinkes DKI memberikan sanksi tegas terhadap RS yang mengabaikan keselamatan pasien.

“Saya juga meminta pihak Dinkes DKI untuk melakukan penyelidikan secara mendetail terhadap kasus ini. Sebab tidak bisa dibiarkan begitu saja, supaya tidak terulang kembali,” kata Rifkoh di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/9).

Tidak hanya itu, ia meminta Dinkes DKI melakukan evaluasi terkait perjanjian dengan setiap RS di DKI Jakarta baik milik pemerintah maupun swasta. Jika terbukti bersalah, sanksinya bisa saja sampai pencabutan izin operasional rumah sakit.

“Jika benar yang menjadi masalah adalah administrasi, maka hal ini patut untuk dikecam. Sebab, seluruh dokter terikat oleh sumpah dokter, apalagi ini adalah urusan nyawa. Tapi kalau urusan nyawa siapa yang bisa menanggung, dan yang harus diingat adalah, setiap dokter terikat pada sumpah,” papar politikus perempuan PKS dari daerah pemilihan Jakarta Selatan ini.

Rifkoh menambahkan, ke depan di masa Gubernur yang baru, masyarakat harus mendapatkan jaminan pelayanan yang baik ketika berada di RS. Ini untuk menciptakan rasa tenang. “Agar betul-betul bisa terwujud, Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya,” tuturnya




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT