Di DPRD, Djarot Sampaikan Maaf Wakili Jokowi dan Ahok

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bicara di depan wartawan usai menyampaikan pidato pertanggungjawaban di DPRD DKI Jakarta, 13 September 2017. (Suara Pembaruan/Deti Mega Purnamasari)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / HA | Rabu, 13 September 2017 | 19:15 WIB

Jakarta - Di akhir masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan permohonan maaf di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta. Pernyataan itu juga mewakili dua pendahulunya pada masa bakti yang sama yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Permintaan maaf Djarot disampaikan saat membacakan pidato mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Gubernur masa bakti 2013 – 2017, di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (13/9).

"Saya juga sampaikan permohonan maaf atas nama Pak Jokowi dan Pak Basuki, apabila selama menjabat ada tutur kata, tingkah laku, dan kekhilafan yang dilakukan," ujar Djarot di akhir pidatonya.

Ia mengatakan, apa yang dikerjakan selama lima tahun terakhir demi kemajuan dan kebaikan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

"Apa yang kami kerjakan semata-mata demi kemajuan Jakarta dan untuk kebaikan warga Jakarta tanpa terkecuali," katanya.

Dalam lima tahun terakhir, Gubernur DKI Jakarta berganti hingga tiga kali, dari Jokowi, Ahok, hingga Djarot. Ditambah satu Pelaksana Tugas Gubernur Sumarsono ketika digelar pemilihan gubernur DKI Jakarta awal tahun ini.

Pada 2012, Jokowi dan Basuki terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, namun pada 2014 Jokowi mengundurkan diri karena terpilih sebagai Presiden RI.

Kemudian jabatan Gubernur DKI disandang Basuki hingga tahun 2017. Sayangnya pada Mei 2017, Basuki juga mengundurkan diri sebagai Gubernur usai gegap gempita Pilkada DKI, setelah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.

Selanjutnya pada Juni 2017, Djarot naik menjadi Gubernur DKI definitif menggantikan Basuki hingga masa jabatan yang akan segera berakhir pada Oktober 2017 ini. Saat Pilkada DKI 2017 berlangsung, DKI juga sempat dipimpin oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yakni Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI menggantikan Ahok dan Djarot yang cuti kampanye.

Di Pilkada DKI putaran pertama, Sumarsono menjabat selama tiga bulan dan di Pilkada DKI putaran dua, ia menjabat selama satu setengah bulan.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT