60 Bangunan Kios dan Bedeng Liar di Rusunami Bidaracina Ditertibkan

Sejumlah warga masih melakukan proses bongkar sendiri bangunan miliknya di hari penertiban 60 bangunan liar di kawasan Rusunami Bidaracina, Jakarta Timur pada Kamis, 14 September 2017. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / JAS | Kamis, 14 September 2017 | 11:04 WIB

Jakarta - Sebanyak 60 bangunan liar berupa kios, bedeng, dan hunian semi permanen yang berdiri di dalam kawasan Rumah Susun Sewa Sederhana Milik (Rusunami) Bidaracina Jalan Berlian (Baiduri Bulan), RW 16, Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, ditertibkan pada Kamis (14/9).

Penertiban bangunan di kawasan rusunami itu sudah disosialisasikan sejak jauh hari kepada pemilik bangunan maupun penyewa bangunan yang menempati bangunan tersebut.

Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan langsung di lokasi sejak pukul 07.00 WIB, puluhan bangunan kios dagang yang dibangun oleh warga Rusunami sudah dibongkar secara mandiri dan dikosongkan.

Adapula warga non-penghuni rusunami yang memiliki rumah semi permanen baru mulai membongkar sendiri bangunan mereka sejak dua hari terakhir.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemprov DKI Jakarta, Agustino Darmawan mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memberikan surat peringatan (SP) sejak tahun 2016 lalu.

"Kami sudah berikan mereka waktu selama ini untuk mengosongkan bangunan yang berdiri di lahan milik Dinas Perumahan. Bangunan liar yang berdiri di lahan negara merupakan pelanggaran dan wajib ditertibkan," ujar Agustino, Kamis (14/9) pagi kepada Suara Pembaruan di Kantor Pengelola Rusunami Bidaracina.

Dikatakannya, pemberian SP1 sudah dilayangkan pada 19 Oktober 2016, SP2 pada 17 November 2016, dan SP3 pada 6 Desember 2016 lalu.

"Pada 22 Agustus atau tiga minggu yang lalu kami juga sudah memberikan surat agar mereka membongkar sendiri secara sukarela sebelum kita tertibkan paksa," tambahnya.

Ke-60 bangunan liar yang ditertibkan di Rusunami Bidaracina, merupakan bagian dari total sebanyak 331 bangunan liar yang ada di enam Rusunami yang dan akan ditertibkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pemprov DKI Jakarta.

Dasar hukum dilakukannya penertiban ini adalah Pergub DKI Nomor 207 Tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian atau Penguasaan Tanah Tanpa Izin Yang Berhak serta Instruksi Gubernur DKI Nomor 118 Tahun 2016 tentang Penertiban Terpadu.

Kabid Pembinaan Dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemprov DKI, Melly Budi Astuti menyebutkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan dialog langsung kepada warga pemilik bangunan.

"Sudah kami informasikan dengan dialog dua arah antara pengelola rusun dan perwakilan penghuni Rusunami," kata Melly.

Sementara itu, Kapolsek Jatinegara, Kompol Nurdin Dalle mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan preventif agar suasana kamtibmas tetap terjaga selama proses penertiban.

"Kita sudah instruksikan agar kurang lebih 100 personil gabungan Koramil, Polsek, dan Satpol PP yang bertugas dalam giat hari ini mengutamakan sikap persuasif dan tidak perlu ada gesekan karena mereka juga adalah saudara kita," kata Nurdin tegas.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT