Djarot Akui Kinerjanya Belum Sempurna

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bicara di depan wartawan usai menyampaikan pidato pertanggungjawaban di DPRD DKI Jakarta, 13 September 2017. (Suara Pembaruan/Deti Mega Purnamasari)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / BW | Kamis, 14 September 2017 | 13:29 WIB

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kinerjanya bersama dua mantan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam memimpin Kota Jakarta periode 2012-2017 belum sempurna.

Namun ia yakin, Jokowi bersama Ahok telak bekerja maksimal dalam membangun Jakarta. Begitu juga dengan dirinya sendiri terus bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.

“Apa yang dikerjakan Pak Jokowi dan Pak Ahok, dan saya, sudah semaksimal mungkin. Namun, saya sadar bahwa tidak ada dari kita bertiga yang sempurna,” kata Djarot di Balaikota, Jakarta, Kamis (14/9).

Ia tahu, Jokowi dan Ahok telah membuat banyak progam pembangunan besar bagi Jakarta. Juga selalu memberikan perhatian pada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Dengan mengeluarkan berbagai program untuk membantu warga tidak mampu seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

“Saya tahu kerjanya Pak Ahok dari pagi sampai malam dan itu dibebankan kepada saya saat ini. Termasuk juga apa yang dikerjakan Pak Jokowi ketika membikin program-program besar pada pembangunan di Jakarta. Pemberian perhatian kepada wong cilik,” ujarnya.

Untuk perhatian kepada masyarakat kecil, Pemprov DKI telah meningkatkan KJP hingga tingkat perguruan tinggi. Bagi peserta KJP yang lulus masuk perguruan tinggi negeri, mereka bisa kuliah dengan beasiswa dari KJP. “Sehingga mereka mempunyai masa depan yang baik dan bisa membantu keluarga,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga melakukan terobosan di bidang kesehatan, yakni dengan memberikan bantuan kesehatan untuk seluruh warga Jakarta agar dapat dirawat inap melalui BPJS Kesehatan.

“Kalau mereka mau masuk kelas 3, maka kita yang akan membayar premi iurannya. Ini sudah ada empat juta orang yang sudah kita berikan. Sehingga ketika mereka sakit, kami yang akan bantu. Ini sebuah terobosan yang berpihak pada wong cilik,” ungkapnya.

Kemudian, ia juga mengintegrasikan akta kelahiran dan penerbitan BPJS Kesehatan bagi bayi yang lahir di rumah sakit maupun puskesmas. Bayi yang lahir otomatis menjadi peserta BPJS.

Namun, ada hal yang belum dapat mereka bertiga tuntaskan, yaitu normalisasi sungai di Jakarta. Salah satunya normalisasi Kali Krukut. “Yang belum bisa kami tuntaskan adalah normalisasi sungai. Ini masih benar-benar masih perlu dilakukan menurut saja. Masih terjadi pendangkalan dan penyempitan sungai yang luar biasa,” paparnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT