Warga Hindu Bogor Doakan Pengungsi Gunung Agung

Sejumlah umat Hindu melakukan ibadah terkait status Gunung Agung di Bali, 5 Oktober 2017. (BeritaSatu Photo/Nyoman Mardika)

Oleh: Vento Saudale / FMB | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 16:54 WIB

Bogor - Sekitar lima ratus umat Hindu di Bogor mengadakan doa bersama untuk keselamatan pengungsi Gunung Agung di Pura Vira Canti Dharma IPSC, Sentul, Kabupaten Bogor. Pesan dalam kegiatan tersebut agar masyarakat Indonesia selalu bahu-membahu memberikan pertolongan dalam persaudaraan.

Acara tersebut diinisiasi oleh Universitas Pertahanan (Unhan). Rektor Unhan Letjen I Wayan Midhio dalam keterangannya menuturkan, selain warga Bogor, hadir juga dalam kegiatan tersebut dari civitas akademika Unhan.

"Doa bersama kami panjatkan untuk Gunung Agung di Bali. Di mana, berdampak banyak sekali pengungsi di sana. Kami berdoa agar saudara kami di sana tetap diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi bencana ini," paparnya, Sabtu (7/10).

Selain doa bersama, umat Hindu di Cibinong juga melakukan kegiatan Pujawali atau peringatan berdirinya Pure Vira Canti Dharma keempat, sejak berdiri 2014. I Wayan menjelaskan, keberadaan rumah ibadah bagi umat Hindu ini menjadi momentum eratnya persaudaraan lintas agama di Bogor.

Dalam kesempatan itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya berpesan kepada seluruh umat, khususnya umat Hindu kerap menjaga keutuhan persaudaraan.

"Saat ini, generasi kita sering diterpa dengan isu hoax. Untuk itu, kita harus selalu bergandengan tangan dalam menjaga NKRI, mengadapi isu teroris, narkoba, dan SARA," pesannya.

Upacara peringatan Pujawai dilakukan secara hikmat sejak Sabtu pagi. Acara diawali dengan pemujaan oleh Jero Mangku Gde Nyoman Susila kemudian dilanjut dengan prosesi Purwa Daksina Ngelinggihan Ida Bhatara, menghaturkan banten Pujawali oleh Jero mangku.

Di adakan juga Tari Rejang Dewa dan Rejang Renteng yang diiringinoleh gamelan Sekeha Gong Sekar Jepun binaan Rektor Unhan, dan dilanjutkan sembahyang bersama, nunas tirta, bija oleh Jero Mangku bersama umat Hindu.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT