Istri Mendagri Besuk Korban Luka Penyerangan Kantor Kemdagri

Salah satu korban dilarikan pasca penyerangan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (kemdagri) oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung calon Bupati Tolikara, Papua, John Tabo dan Barnabas Weya, 11 Oktober 2017. (Twitter)

Oleh: Carlos KY Paath / CAH | Rabu, 11 Oktober 2017 | 22:09 WIB

Jakarta – Istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Erni Guntarti mendatangi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Erni membesuk 10 korban luka-luka akibat penyerangan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Para korban merupakan pegawai Kemdagri, termasuk petugas pengamanan dalam (pamdal).

Erni yang juga Ketua Umum Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), melihat kondisi korban satu persatu. Dia bersyukur, karena tidak ada korban jiwa atas insiden yang berlangsung, Rabu (11/10) petang.

“Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Erni saat berbincang dengan korban. Saat membesuk, Erni didampingi langsung Kepala RSPAD, Terawan Agus Putranto serta putra Mendagri, Arjuna Cakra Candasa.

Terdapat tiga orang yang luka berat. Kepala korban tampak diperban. “Saya habis salat, lalu dilempar batu. Saya di pukul batu, pakai plang besi,” ungkap Kepala Pamdal Kemdagri, Tandiono yang mendapat 15 jahitan di kepalanya.

Ditambahkan, massa sangat beringas menyerang pegawai dan pamdal. Seperti diberitakan, massa yang berasal dari pendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, John Tabo dan Barnabas Weya menyerang Kantor Kemdagri.

Massa meminta Mendagri tidak melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal, gugatan sengketa pilkada yang diajukan John dan Barnabas, ditolak oleh MK pada Agustus 2017. Pasangan terpilih dipegang Usman G Wanimbo dan Dinus Wanimbo.

“Mereka minta Mendagri batalkan putusan MK dengan alasan curang. Ini tidak mungkin,” tegas Mendagri dalam keterangannya




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT