Akhir Tahun 2017, Jakpro Targetkan LRT Rampung 80%

Inilah salah satu venue Asian Games 2018 yakni Equiestrial Pulomas yang sedang dalam pembangunan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / CAH | Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:00 WIB

Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus mengebut pengerjaan proyek kereta cepat LRT (Light Rapid Transit) ruas Kelapa Gading - Velodrome Rawamangun.

BUMD Pemprov DKI Jakarta itu menargetkan pengerjaan proyek infrastruktur untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018 sudah mencapai prosentase 80 persen di akhir tahun 2017.

Direktur Operasional Jakpro, Wahyu Afandi Harun mengatakan saat ini proses pengerjaan fisik bangunan LRT sudah mencapai 40-50 persen.

"Kami optimis target akhir tahun ini kita bisa mencapai 70-80 persen. Bulan Maret itu pemeriksaan dan tes, Juli mendekati Agustus sudah running," ujar Wahyu," ujar Wahyu, Kamis (12/10) siang di Pluit, Jakarta Utara.

Ia menyebutkan panjang lintasan LRT ruas tersebut 5,8 KM dengan 6 stasiun pemberhentian, mulai dari Depo di Pegangsaan Dua, masuk ke Boulevard depan Mal Kelapa Gading, terus ke arah Pulomas sampai berhenti di Velodrome.

"Kita fokus untuk mengisi area di sekitar stasiun itu, dimana stasiun akan sedikit berbeda. Bila selama ini masyarakat melihat image stasiun kumuh, tidak berfungsi, tapi kita ingin merubah image itu menjadi lebih modern dan fungsional," tambahnya.

"Tahun depan itu baru fungsinya saja. Nanti di area sekitar Depo itu akan ada rusunawa dan rusunami, mixed use, kita menunggu arahan Gubernur baru terlebih dahulu. Persiapan Asian Games 2018 kita optimis tepat waktu," lanjut Wahyu.

Di selain LRT, pihaknya juga mengerjakan arena Velodrome kita juga bangun arena olah raga bersama Equiestrial.

"Kami sudah berbicara dengan Tim Gubernur baru, sampai akhir tahun 2018 nanti itu akan diteruskan LRT sampai ke Dukuh Atas. Karena di Dukuh Atas itu menjadi titik paling ramai, karena disitu akan ada persimpangan HUB paling ramai dengan keberadaan kereta api bandara, LRT, MRT, Busway, dan 6 ruas jalan tol dalam kota," ucapnya.

Ia menyebutkan dalam pembangunan LRT saat ini pasti secara tidak langsung membuat kemacetan dan ruang parkir ruko berkurang, namun dampak jangka panjang bagi area usaha dan pusat perbelanjaan akan sangat berkembang pesat.

"Memang sekarang tempat usaha mereka terhalang dengan tiang. Tapi jangka panjang ke depannya mereka akan dibanjiri pengunjung yang menggunakan moda transportasi massal LRT ini. Kita lihat di negara maju, tidak ada transportasi massal umum yang gagal," tegas Wahyu.

Soal area parkir di bawah area lintasan LRT, pihaknya mengaku akan berdiskusi dengan Dinas Tata Ruang dan Dinas Perhubungan DKI, siapa yang akan mengelola lahan tersebut. Jika pihaknya diberi tugas, maka ia siap melaksanakan, karena secara dasar Jakpro merupakan milik Pemprov.

"Karena lahan jalan itu milik Pemprov DKI, kemungkinan besar itu dikelola Dishub atau anak usaha perparkiran Jakpro. RPTRA akan kita bangun menyesuaikan dengan program Oke Oce bapak Anies Sandi," tutupnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT