Kebijakan Masuk Gratis Ancol Berlaku Bagi Pemilik KJP

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Dirut Ancol Paul Tehusijarana serta jajaran instansi terkait meninjau pinggiran pantai tempat akan dibangunnya venue olah raga air layar di Jaya Ancol Seafront, Jakarta Utara, pada Kamis, 12 Oktober 2017. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / CAH | Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:31 WIB

Jakarta - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk menggratiskan tiket masuk pintu gerbang ke dalam kawasan wisata terpadu pesisir Taman Impian Jaya Ancol berubah.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan untuk awalnya penggratisan akan berlaku bagi mereka yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Tadi Dirut (Taman Impian Jaya Ancol) sudah berikan laporan dan kajian pada saya serta beberapa usulan. Kebijakan itu tetap kita uji coba untuk penerima KJP dahulu," ujar Djarot, Kamis (12/10) siang usai meresmikan peletakan batu pertama venue olahraga Layar di Jaya Ancol Seafront, Jakarta Utara.

Pihak pengelola Taman Impian Jaya Ancol nantinya akan bekerja sama dengan Bank DKI untuk membuat sistem pembayaran cash less bagi para pemilik KJP.

"Itu nanti tapping bagi penerima KJP itu uji coba gratis boleh. Sasaran kita utamanya adalah warga yang tidak mampu. Untuk menjadi destinasi ruang publik, maka di Ancol perlu banyak event agar masyarakat bisa menikmati pantai Jakarta," tambah Djarot.

"Pihak Ancol saya minta apakah bisa di uji coba pada 14 Oktober nanti, tapi dari pihak Dirut sampaikan belum siap karena sedang menyiapkan sistem. Sistemnya nanti bekerja sama dengan Bank DKI. Saya dorong agar semua pengunjung Ancol harus cash less, untuk pengunjung KJP gratis. Saya beri waktu seminggu saya rasa sudah cukup apalagi Bank DKI kan BUMD kita juga," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, Paul Tehusijarana mengatakan pihaknya memerlukan waktu untuk persiapan sistem menggratiskan pemilik KJP.

"Kami juga ingin agar Ancol bisa lebih banyak dijangkau semua lapisan kelas masyarakat Jakarta terutama dari kalangan tidak mampu. Sistemnya sedang kita siapkan agar pelaksanaan bisa berjalan mulus," kata Paul.

Ia menyebutkan apabila selama ini pengunjung Ancol mengantri panjang terutama di hari libur ketika sedang dalam momen liburan, maka dengan menggunakan sistem tap in arus keluar masuk kawasan wisata Ancol jauh lebih lancar.

"Persiapan sistem tidak akan terlalu lama, tapi kami harus bekerjasama dengan Bank DKI dan Dinas Pendidikan untuk mendapatkan data KJP terlebih dahulu dan bagaimana penggunaan teknis karturnya, " tambah Paul.

Ia menyebutkan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Taman Impian Jaya Ancol tetap memiliki fungsi sosial untuk melayani seluruh masyarakat DKI Jakarta dan tidak melulu mencari keuntungan semata.

"Selama ini pemasukan dari pintu masuk kawasan Ancol kita pergunakan dengan tanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung mulai dari infrastruktur maupun sejumlah inovasi di wahana dan pantai pasir putih," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Ancol Taman Impian juga mengadakan doa bersama lintas agama untuk mendoakan Ancol lebih baik pada pukul 18.30 WIB di gedung Ecovention.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT