Wapres Bela Anies Baswedan soal "Pribumi"

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: Novi Setuningsih / CAH | Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:38 WIB

Jakarta - Menanggapi polemik penggunaan kata "pribumi" oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meminta publik untuk melihat konteks pidato yang disampaikan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan tidak memotong satu kata saja.

"Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam jaman kolonial. Konteksnya kan sejarah dia menceritakan. Jadi jangan hanya cut (dipotong) satu kata, dalam konteks apa dia bicara," kata JK, Selasa (17/10).

JK menjelasakan bahwa dalam konteks kolonial maka seluruh rakyat harus bersatu. Oleh karena itu, tidak ada yang harus diperdebatkan atau disalahkan dalam pidato tersebut. Kecuali, secara jelas mengimbau atau melarang pemberian kesempatan warga non pribumi untuk maju.

"Dia bicara dalam konteks kolonial karena itu harus bangkit, kan tidak salah. Kalau katakan sudah kalian jangan kasih kesempatan, jangan dong pribumi, nah itu salah. Dia bicara dalam konteks sejarah. Kalian bisa dengar ulang. Pada zaman kolonial, pribumi terpuruk maka sekarang jangan lagi harus maju. Jadi dia bicara konteks sejarah tidak bicara konteks diskriminatif. Dulu diskriminatif, sekarang jangan," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam pidatonya Anies sempat menyinggung perihal "pribumi". Kemudian, perkataannya tersebut menjadi viral di media sosial dan tidak banyak yang menghujat. Dalam pidato kemenangan Anies pada Senin (16/10) malam, Anies menyinggung soal pribumi di Jakarta saat era kolonialisme yang ditindas dan dikalahkan.

"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh, tapi di Jakarta bagi orang Jakarta, yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari hari. Karena itu bila kita merdeka, maka janji-janji itu harus terlunaskan bagi warga Jakarta. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami," ujar Anies dalam pidatonya




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT