Sandiaga Akui Akan Dipanggil Presiden Terkait Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumpulkan jajaran pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, 17 Oktober 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Rabu, 18 Oktober 2017 | 14:33 WIB

Jakarta – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengaku akan dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kelanjutan proyek reklamasi 17 pulau di pesisir pantai utara Jakarta.

“Dalam satu dua hari Pak Jokowi mau panggil kami,” kata Sandiaga seusai mengunjungi SD 07 Pagi Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/10).

Terkait proyek reklamasi, Sandiaga meminta semua pihak bersabar. Karena dirinya dan Anies Baswedan baru dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI,

Kendati demikian, ia mengetahui tuntutan masyarakat yang menjadi tugas dirinya dan Anies. Yaitu menghentikan proyek reklamasi yang saat ini tengah berjalan pascapencabutan moratorium reklamasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kemaritiman.

“Yah kayak drama queen ya. Ini teman-teman saabar, tunggu, Pemda baru dilantik. Kita tahu tuntutan masyarakat. Kita tahu tugas kita adalah hentikan reklamasi. Kita cari prosesi yang betul-betul sudah ditunggu masyarakat,” ujarnya.

Karena saat ini, ada tim yang sedang mengkaji pelaksanaan proyek reklamasi. Ia bersama Anies tidak ingin mengambil keputusan yang tergesa-gesa. Ia ingin memastikan keputusan atau kebijakan yang diambil didasarkan untuk kemajuan bangsa.

“Jadi sabar, teman-teman kita kaji dengan baik, tidak tergesa-gesa. Kita pastikan bahwa semua untuk kemajuan bangsa,” tuturnya,

Ketika ditanya bila Presiden meminta Anies dan Sandi meneruskan proyek reklamasi, Sandi mengatakan baik pemerintah pusat maupun Pemprov DKI sama-sama memiliki niat yang baik. Hanya saja keputusan diambil harus berdasarkan keterbukaan dan berkeadilan.

“Saya rasa kita sama-sama miliki niat yang baik. Sebuah proses yang penuh keterbukaan dan berkeadilan harus kita hadirkan di Jakarta,” terangnya.

Untuk membicarakan kelanjutan reklamasi, Sandiaga mengatakan Presiden RI akan mengatur teknik pertemuan antara dirinya dan Anies dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan.

“Teknisnya nanti kita atur. Tapi yang jelas Pak Jokowi setelah melantik kami kemarin sedang mempersiapkan pertemuan. Karena banyak isu yang ingin kami bicarakan. Tapi yang kami tekankan bahwa proses ini harus semua terbuka,” paparnya.

Satu hal yang dipertanyakan dalam proyek reklamasi ini yang belum mendapatkan jawaban pasti adalah berapa jumlah lapangan pekerjaan di kawasan pulau reklamasi. Kajian model lapangan kerja seperti apa yang disediakan di sana belum ada.

“Lalu, untuk siapa tempat itu. Untuk anak Indonesia? Bagaimana pendidikan, apakah kehidupan yang kita lihat di sini akan terbantu atau hanya untuk segelintir kepentingan oleh sekelompok orang. Kami memimpin untuk semua orang bukan segelintir,” terangnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT