Anies Perintahkan Sandiaga Percepat Enam Proyek Jalan di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) berkeliling kompleks Balai Kota, di Jakarta, 17 Oktober 2017. (Antara/Galih Pradipta)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:59 WIB

Jakarta – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengatakan ia telah diperintahkan Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk melakukan percepatan pembangunan enam infrastruktur jalan yang saat ini sedang dikerjakan di beberapa wilayah DKI Jakarta. Pembangunan keenam proyek jalan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kemacetan masih parah di Ibu Kota.

“Kemarin, Pak Anies menugaskan saya. Karena kebetulan saya pengalaman membangun infrastruktur, membangun jalan. Untuk mempercepatnya. Ini semua sekarang kita lagi kejar,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (19/10).

Anies meminta Sandiaga sudah menyerahkan laporan percepatan pembangunan enam infrastruktur jalan besok, Jumat (20/10). Mulai dari kendala yang dihadapi, mitigasi, solusi, hingga timeline pengerjaan.

“Kelihatannya enggak akan mungkin kelar Desember, sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Jadi kelemahannya memang ada di perencanaan dan koordinasi. Itu satu infrastrukturnya,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun tiga underpass, yakni underpass Kartini di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, kedua ada underpass Matraman di kawasan Matraman-Salemba, Jakarta Timur, dan underpass Mampang-Kuningan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Sementara untuk tiga jalan layang dibangun di Bintaro, Cipinang Lontar, dan Pancoran.

Pembangunan enam infrastruktur jalan tambahan tersebut lantas menimbulkan simpul kemacetan baru di jalan-jalan yang dekat dengan lokasi konstruksi.

Selain itu, lanjutnya pembangunan infrakstruktur tersebut juga berimbas pada layanan Transjakarta. Armada Transjakarta juga turut mengalami kemacetan lalu lintas, khususnya pada jalur yang mix atau bercampur dengan kendaraan pribadi lainnya.

“Layanannya sudah baik. Mungkin hari ini saya akan perintahkan, instruksikan khusus untuk Pak Budi (Kaliwono), Dirutnya untuk memastikan inovasi berpikirnya,” terangnya.

Yakni mencari rute Transjakarta yang bisa direkayasa jalurnya supaya tidak terlalu macet akibat pembangunan enam jalan tersebut.

“Be innovative-lah. Cari rekayasa sementara, kasih kemudahan kepada warga. Di sini nanti kita bisa yakinkan selama jangka pendek, jangka menengah kalau menggunakan kendaraan umum itu juga tidak terlalu beda jauhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dan jauh lebih terjangkau harganya,” jelasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT