Anies-Sandi Akan Petakan Masalah Banjir di Jakarta

Gubernur DKI, Anies Baswedan (kiri) dan Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:27 WIB

Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melihat banyak permasalahan yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DK dalam penanganan dan antisipasi banjir di Jakarta. Karena itu, keduanya akan memetakan permasalahan tersebut satu per satu untuk mendapatkan solusi yang tepat dan cepat.

Hal itu dinyatakan keduanya, setelah melakukan rapat bersama dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, juga dari Dinas Sumber Daya Air dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial serta Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan DKI, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (19/10).

“Kami sudah mendapatkan briefing mengenai antisipasi persiapan musim penghujan dan antisipasi banjir. Ini yang selalu kita siapkan. Karena sifatnya masih briefing, terlihat masih banyak pekerjaan rumah. Jadi kami masih melihat begitu banyak masalah, yang insya Allah kami bisa petakan satu per satu. Ini yang bisa kami sampaikan, karena belum ada solusi yang inovatif,” kata Sandiaga seusai rapat.

Kendati demikian, Sandiaga telah memberikan arahan agar semua dinas terkait untuk melaporkan kesiapan menghadapi banjir. Mereka diberikan tenggat waktu selama satu bulan untuk melaporkan kesiapan.

Selain itu, Sandiaga ingin melibatkan partisipasi masyarakat untuk penanganan masalah sampah. Paling tidak mereka bisa melaporkan titik-titik mana yang masih banyak sampah.

“Kita butuh partisipasi dari masyarakat juga karena tadi dilaporkan masalah sampah, menjadi salah satu isu yang sangat krusial. Karena dengan adanya sampah saluran-saluran tidak berfungsi dengan normal. Dan itu menjadi tanggung jawab masyarakat,” jelasnya.

Anies mengatakan masalah dalam penanganan banjir tidak boleh terulang kembali. Karena itu, salah satu yang didiskusikan adalah laporan situasi genangan air. Laporan mengenai genangan air tersebut sangat dibutuhkan untuk penanganan banjir dengan cepat.

“Tadi disampaikan hampir 5.000 laporan tentang titik banjir di Jakarta. Dari laporan tersebut terverifikasi hanya 10 persen. Maka kami akan buat pelaporan yang langsung otomatis terverifikasi. Artinya, mereka yang bertugas adalah orang-orang yang laporannya sahih. Laporan masyarakat juga, dari orang-orang yang bertugas juga,” kata Anies.

Untuk itu, ia meminta keempat dinas terkait tersebut membuat sebuah sistem sistem pelaporan yang baik sehingga bisa menangani dengan cepat dan baik.

“Maka kita akan buatkan sebuah sistemnya maka diberi waktu karena ini empat instansi yang berbeda,” terangnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT