Di Depan Ulama, Anies Tegaskan Akan Selesaikan Ketidakadilan Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Antara/Rosa Panggabean)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / WBP | Selasa, 14 November 2017 | 11:42 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersilaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama di Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/11). Kegiatan ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan Biro Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta dengan para pejabat DKI.

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan, dalam satu bulan ini pihaknya sudah mereview sejumlah hal yang tertunda. Ia menyadari bahwa periode awal ini merupakan transisi dari masa kampanye ke masa pemerintahan. "Salah satu perhatian utama kami yaitu membereskan masalah ketidakadilan di Jakarta. Dari Balai Kota saja yang hanya berjarak 3 kilometer, kita sudah menemukan kampung yang termasuk kategori padat, miskin, kumuh," ujar Anies.

Ia mengatakan, Pemprov DKI mulai tahun depan akan mendorong program yang berpihak dan membela kelompok yang termarginalkan. Dengan demikian, seluruh warga DKI akan memiliki kesetaraan. "Kami ingin hadirkan Jakarta sebagai kota yang standar moralnya tinggi. Kami tidak ingin Jakarta jadi kota kompromis dari praktik-praktik yang tidak sesuai di perda (peraturan daerah) kami," ujarnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan tidak memperpanjang izin praktik tempat hiburan yang melanggar perda. Ia menegaskan, Jakarta tidak akan kompromi pada praktik pelanggaran seperti narkoba atau asusila. "Kami tidak mau buka tutup. Dengan begitu pesannya jelas, jangan biarkan! Kami ingin Jakarta bisa jadi contoh, Ini Ibu Kota, kita harus jadi rujukan," katanya.

Ia berharap dengan silaturahmi ini, pihaknya secara bertahap menyelesaikan banyak pekerjaan rumah, mengantisipasi potensi masalah masa depan, serta bertukar pikiran tentang masalah di Jakarta agar memiliki persepsi sama.

Pada kesempatan itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan santunan kepada 10 orang jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci pada 2017. Santunan tersebut disetahkan langsung oleh Anies kepada ahli waris atau perwakilan almarhum dan almarhumah.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT